Walikota: Pak Menteri, Kami Terpuruk Pak

  • Whatsapp

Bitung, MN – Walikota Bitung, Maximiliaan Lomban, meminta bantuan adanya kebijakan khusus soal perikanan bagi kota Bitung, kepada Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, saat sesi bertanya dalam Musrenbang Provinsi Maluku dan Maluku Utara di atas kapal KM. Doro Londa, yang sandar di pelabuhan Samudera Bitung, Jumat siang (7/4-2017).

Walikota Lomban mengatakan kota Bitung sangat terpukul ekonominya sejak ada aturan baru di bidang perikanan tahun 2014 lalu, yang dikeluarkan Kementrian Kelautan dan Perikanan, pimpinan Menteri Susi Pujiastuti.

Menurut dia sebelum ada kebijakan pembatasan dalam bidang penangkapan ikan, pertumbuhan ekonomi kota Bitung sangat tinggi, tetapi kini malah anjlok.

“Ingin saya sampaikan permasalahan singkat tentang perikanan di Bitung.  Bapak menteri yang saya hormati. Kami di Bitung memang sangat terpuruk pak. Kami tinggal berharap pada bapak Menko. Sekarang pak sudah semakin kolaps, dan ekonomi kita nyaris lumpuh. Dari 7,9 pertumbuhan pada tahun 2013,  di tahun 2015 tinggal 3,6 “, papar walikota.

Walikota menyebutkan sektor perikanan di Kota Bitung saat ini sangat memprihatinkan. Padahal sektor ini menyumbang lebih dari 50 persen perekonomian kota Bitung.

Baca Juga:  Sjamsul Nursalim Resmi Ditetapkan Tersangka Oleh KPK

Walikota berharap dalam regulasi di bidang perikanan di Indonesia, kota Bitung bisa mendapat kebijakan khusus. “Bitung punya kekhusussan. Ada 59 unit pengolahan yang butuh 1400an ton (ikan) perhari, terakhir Januari 2017, tinggal 60an ton perhari, sehingga nyaris kolaps. Ada belasan ribu rakyat kita yang di penangkapan dan pengolahan kini menganggur”, jelas Max Lomban.

Walikota didampingi Ketua Unit Pengolahan Ikan dan Ketua Unit Penangkapan ikan di Bitung,  saat itu juga langsung menyerahkan berkas berisi dokumen tentang masalah perikanan  di kota Bitung untuk dipelajari.

Walikota berharap dokumen itu bisa diteruskan menjadi kebijakan ibu Menteri KKP atas komando Menko Kemaritiman

Menteri Koordinator Kemaritiman,  Ruhut Panjaitan berjanji keluhan walikota Bitung akan segera ditindaklanjuti. “Saya janji, saya akan panggil (Menteri KKP-Red). Ya kita lihatlah apa hasilnya nanti”, ujarnya singkat.

Ketua Asosiasi Unit Pengolahan Ikan Indonesia, Basmi Said, kepada Manado News.co.id mengatakan, kota Bitung yang dulu dikenal sebagai kota ikan, kini benar-benar krisis ikan, padahal pabrik pengolahan ikan indonesia terbanyak ada di Bitung.

Baca Juga:  Pemuda GMIM "Baitel" Ranoiapo Gelar Aksi Solidaritas Malam Penghayatan Untuk Korban Bom Surabaya

“Kami butuh 1416 ton ikan perhari. Sekarang kami hanya dapat 62 ton perhari.  Dari tujuh pabrik pengolahan ikan, 4 terancam tutup karena kesulitan bahan baku. Dulu kami memperkerjakan sekitar 13 ribu orang. Kini hanya 2 ribu orang yang bekerja”, ungkap Said. (Jef)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *