Rekor Dunia Pembawa Salib Terbanyak

 

BITUNG – Rekor dunia diberikan kepada pemuda Gereja Masehi Injili Minahasa (GMIM) Sulawesi Utara, yang hadir dalam selebrasi Paskah dan Peringatan HUT 91 Pemuda GMIM,  di Dua Sudara, manembo-nembo, Kota Bitung, hari Senin (17/4-2017).

Penghargaan Museum Rekor Indonesia (MURI) ini diberikan kepada pemuda GMIM, karena dinilai berhasil menggelar pawai dengan pembawa sallb terbanyak.

Panitia MURI mencatat terdapat 19.112 orang pemuda dan pemudi GMIM dari 7 Kabupaten dan Kota seSulawesi Utara, yang hadir membawa salib sebagai tanda kebangkitan dan kemenangan Kristus.

Rekor dunia MURI ini ditandatangani langsung oleh ketua Umum MURI, Jaya Suprana. Nomor rekor yang dikeluarkan adalah 7891 atau berseri akhir 91 sesuai dengan peringatan HUT 91 pemuda GMIM.

“Kami pemuda GMIM bangga memperoleh rekor MURI ini. Selain selebrasi Paskah, ini juga menjadi wisata religi. Masyarakat di bagian lain Indonesia perlu tahu, bahwa di Sulawesi Utara pernah berkumpul puluhan ribu pemuda dengan salib terbanyak”, kata penatua Geraldi Mantiri, ketua umum panitia selebrasi Paskah pemuda di kota Bitung.

Sebenarnya jumlah pemuda yang hadir melebihi angka 20 ribu, karena peserta yang lain masih berada di luar stadion.

Baca Juga:  Perintah Presiden Joko Widodo, Dana 1000 Triliun di Daerah harus Dibelanjakan Habis

Puluhan ribu pemuda yang berada di tengah lapangan bersorak gembira ketika diumumkan mendapatkan Piagam Rekor Dunia MURI ini.

Sukacita selebrasi Paskah ini diawali dengan ibadah syukur dipimpin Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode GMIM, Pendeta HWB Sumakul, dengan mengambil renungan dari injil Yohanes pasal 20 ayat 24 tentang keraguan Thomas terhadap Yesus yang sudah bangkit. “Menjadi orang yang percaya tidak boleh skeptis terhadap kebenaran iman. Yang perlu diragukan adalah realitas terhadap iman”, ujar pendeta.

Di tengah kegembiraan ini, tak lupa pendeta mengingatkan agar para pemuda GMIM agar jangan terjerumus dalam penggunaan narkoba, minuman keras dan pergaulan bebas, karena itu adalah dosa.

Ajang pertemuan berkala para pemuda GMIM ini, terlihat semarak meskipun di tengah terik matahari yang menyengat, sehingga sesekali mobil pemadam kebakaran menyemprotkan air ke udara,  untuk mendinginkan para pemuda yang bergembira.

“Kami senang datang ke seni merayakan selebrasi paskah”, ujar sejumlah pemudi GMIM yang datang dari Karondoran Langowan, Minahasa bagian tengah.

Baca Juga:  Dandes Tahap II Bisa Cair,Jika Hal Ini Sudah di Penuhi Sangadi...

Seperti kebanyakan anak muda, para pemuda GMIM juga ikut berjingkrak-jingkrak di tengah lapangan, tatkala penyanyi membawakan lagu rohani bernuansa pop.

Sambil memegang salib di tangan, mereka membentuk lingkaran sambil bernyanyi ria. Kelompok lain melompat-lompat gembira, tak peduli sedang mengenakan atribut layaknya tentara romawi untuk pawai.

Riuhnya kehadiran puluhan ribu pemuda GMIM ini mendapat apresiasi dari Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Sulut, Brigjen.Pol. Charles Ngili. Ia juga mengingatkan pemuda GMIM sebagai generasi penerus bangsa, agar hati-hati jangan sampai terlibat dalam Narkoba. Karena barang haram tersebut merusak dan membunuh masa depan.

Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey,  ikut memberikan dukungan terhadap kegiatan pemuda GMIM ini. Menurut Gubernur dalam sambutan yang disampaikan kepala Biro Infrastruktur, Barang dan Jasa Pemprov Sulut, Jemmy Ringkuangan, selebrasi Paskah pemuda GMIM menjadi bagian dari proses pembinaan iman masyarakat.

“Sulawesi Utara dikenal sebagai daerah dengan masyarakat religi. Karena itu, Sulut kembali dipercaya menjadi tuan rumah pertemuan keagamaan, pekan Kerukunan Nasional”, kata Gubernur.

Kemeriahan selebrasi Paskah Pemuda GMIM kali ini, dilanjutkan dengan pawai dari stadion Dua Sudara menuju Girian,  dan balik lagi menyusuri jalan 46, SH Sarundajang ke stadion, sejauh sekitar 7 kilometer.

Baca Juga:  Yasti Resmikan Pos TNI AL di Labuan Uki

Masyarakat Kota Bitung terlihat terhibur menyaksikan pawai Paskah ini. Bahkan seorang warga muslim penjual gorengan di ruas jalan Perumnas Girian, ikut memberikan dukungan dengan membagi-bagikan tahu dan bakwan secara gratis, yang sebenarnya sedang ia jual.

Berbagai kisah penting dalam Alkitab, ditampilkan dalam pawai paskah ini. Seperti manusia pertama, Adam dan Hawa, malaikat, sejumlah nabi, bahkan Zakeus yang ingin melihat Yesus dari atas pohon ikut dihadirkan. Tentu mereka ini bukan wujud aslinya, tetapi hanya replika yang diperankan oleh pemuda-pemudi GMIM. Jadi ada Zakeus dari Minahasa dan dari Bitung, yang bertengger di atas pohon jambu di atas mobil yang berjalan.

Yang tak kalah menarik adalah prosesi penyaliban Yesus. Tentara Romawi terlihat mencambuk Yesus selama perjalanan. Sejumlah ibu-ibu yang menonton menyaksikan di pinggir jalan sempat kaget, ketika mendengar bunyi lecutan cambuk. “Adoh kasiang, jang cambok kras”, kata seorang ibu di Girian, yang terlihat pilu meresapi kisah sengsara Kristus. (Jeff)

Pilgub 9 Desember 2020


Siapakah Gubernur Pilihan Anda?
3571 votes

This will close in 10 seconds