Deporestasi Parlemen Uni Eropa Terhadap Sawit Indonesia, Ini Tanggapan Komisi IV

Komisi IV

Jakarta, MN – Wakil ketua komisi IV DPR RI Herman Khaeron mengatakan deporestasi Parlemen Uni Eropa terhadap Sawit di Indonesia yakni adanya pelanggaran HAM , pekerja anak dibawah umur, kasus korupsi.
Namun yang di indikasikan oleh palemen harus kita lawan itu menurutnya melihat terhadap esensinya mungkin kita bisa melakukan intropeksi, koreksi kedalam, benar atau tidak yang di indikasikan tersebut.

“nasionalisme saya justru melihat bahwa ini ada sesuatu yang menjadi perlawanan, jadi jika kami melawan justru mereka akan melawan karena bagaimanapun kalau dipatahkan persoalan deporestasi sesuatu dari fungsi hutan kemudian beralih fungsi menjadi apapun itu namanya Deporestasi, dari hutan menjadi kebun, kawasan kota namanya Deporestasi. Perlu di jelaskan oleh Parlemen Eropa” katanya dalam dikusi Publik tema ‘Lawan parlemen Eropa’ diruang Press room DPR RI, Kamis(4/5)

Herman menegaskan parlemen Eropa jangan menuduh deporestasi tanpa menjelaskan unsur apa yang menjadi esensial di dalam deporestasi. Begitu juga
Tuduhan mempekerjakan anak dibawah umur. Selanjutnya masalah pelanggaran HAM.”silahkan posisi pelanggaran HAMnya dimana, dan perlu di catat bahwa di Komisi IV sedang melakukan penegakan Hukum terhadap para pelanggar hutan,” katanya seraya menambahkan membentuk satu direktorat jenderal baru ( DIRJEN) di kemenhub yaitu penegakan hukum ( GAKUM ) .
artinya ini adalah kesungguhan pemerintah Indonesia untuk menegakan hukum dikawasan-kawasan hutan. Jika konteksnya deporestasi itu Ilegal, tambahnya.
Begitu juga tuduhan korupsi pada politisi partai demokrat ini mempertanyakan unsur korupsinya?.

Baca Juga:  Sesuai Rencana Lomba Koor Gaya KNPI Silian Raya Dibuka Bupati James Sumendap

” kalaupun ada yang bertentangan dengan hukum dan kemudian berindikasi korupsi itu sangat Kasuistik,” kilahnya.

Yang pasti pembukaan lahan sawit di Indonesia itu berdampak terhadap pembukaan lahan di Dunia itu hanya 2,5 % , jadi kalau parlemen Eropa memandang dikawasan Eropa membuka untuk kawasan Bunga Matahari, kedelai dan sebagainya, apakah itu juga tidak berdampak pada hal lainnya yang tentunya secara lingkungan berdampak.”itu juga dijelaskan dong,” tandasnya.
Herman mengakui sikap parlemen eropa tidak mengikat secara utuh terhadap eksekutip karena sifatnya adalah himbauan untuk tidak menggunakan terhadap produksi Palm oil termasuk turunannya termasuk Bio dissel. “Jadi konteksnya apa, mereka lakukan adalah perlindungan terhadap komuditas mereka ,mereka sadar bahwa kehadiran sawit juga memberikan tekanan berat terhadap efisiensi yang basisnya terhadap komuditas yang mereka hasilkan,” ungkapnya. Apalagi saat ini sudah ada pergeseran dari minyak Posil ke minyak nabati, karena efisiensi yang berlaku begitu tinggi dari sawit , ini menjadi ancaman besar di uni eropa.

“Itu salah satu konteks bahwa ada persaingan dagang yang ditarik-tarik kepolitik dagang mereka yang seolah-olah ini menjadi etika lingkungan yang melarang terhadap pasar ataupun penjualan terhadap sawit Indonesia,” paparnya. Hanya saja, Heeman mengatakan menjadi intropeksi terhadap peningkatan ekploitasi sumber daya alam dan mendorong melakukan diplomasi. Sedangkan Staf Ahli Bidang Diplomasi Perekonomian Kemenlu, Ridwan Hassan Sahli mengaku pihaknya akan mengirim misi yang sipatnya terpadu sebagai info mungkin ada satu organisasi internasional yang belum lama dibentuk antara kita dan Malaysia yang disebut dengan CIPOKSI. Yang pasti, ada dua kekuatan yaitu Indonesia dan malaysia yang 80 % penghasil minyak sawit di Dunia dan akan merangkul negara-negara lain penghasil minyak sawit seperti Tailand, Vietnam dan America latin. Sehingga akan ada satu pendekatan yang sipatnya melibatkan banyak negara.

Baca Juga:  Mobil Terperosok Lubang Perbaikan Jembatan, Delapan Orang Luka-luka

 

“kebijakan Parlemen eropa yang sekarang ini harus betul-betul memperhatikan realita dan kebutuhan dari masayarakat di negara-negara penghasil tersebut dan kontribusinya terhadap perekonomian dunia.,” katanya seraya menambahkan menjadi PR yang panjang. Namun dia yakin pendekatan yang sipatnya merangkul.”kita menyampaikan dengan tegas bahwa ini posisi kita, Insya Allah mereka dapat memahami dengan baik apa yang sebetulnya kita lakukan dan komitmen kita untuk memperbaiki,” pungkasnya.(djamzu)