Peluang Lulus SD Semakin Besar

  • Whatsapp
Seorang siswi SDN 6.84 Kakenturan Kota Bitung, sedang mengisi lembaran ujian akhir nasional. Peluang lulus SD semakin besar karena materi ujian lebih banyak disesuaikan di tiap daerah. (Jeff)
Seorang siswi SDN 6.84 Kakenturan Kota Bitung, sedang mengisi lembaran ujian akhir nasional. Peluang lulus SD semakin besar karena materi ujian lebih banyak disesuaikan di tiap daerah. (Jeff)

 

BITUNG, Manado News – Ujian Akhir Sekolah Dasar Berbasis Nasional secara serentak di Indonesia sudah dimulai sejak Senin 15 Mei dan berakhir Rabu 17 Mei ini. Peluang lulus bagi siswa kelas 6 sangat besar, karena materi ujian 75 persen disusun di daerah  masing-masing. Hanya 25 persen soal berasal dari Pusat atau Kemendikbud.

“Sekarang soal-soal ujian Nasional disusun di daerah masing-masing. Seperti kota Bitung disusun di gugus 13. Ini berbeda dengan Ujian Nasional tahun-tahun sebelumnya yang semua soal harus dikirim dari pusat. Karena porsi soal lebih banyak disesuaikan dengan karakteristik pembelajaran sekolah lokal, jadi peluang lulus bagi anak SD sangat besar”, kata Ketua Panitia Penyusun materi Ujian Sekolah tingkat SD sekota Bitung,  Merlin M Wulur, SPd,MPd, kepada Manado News,  Rabu.

Menurut Merlin yang juga Kepala Sekolah SD Inpres 6/84 Kakenturan, pihaknya optimis sistim saat ini lebih mempermudah siswa SD kota Bitung bisa lulus,  karena apa yang sudah pernah diajarkan kepada siswa di kelas, pasti akan keluar dalam ujian. “Semua soal ujian itu mengacu pada KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) dan K13 (Kurikulum tahun 2013) yang sampai sekarang menjadi bahan pembelajaran terhadap semua siswa”,jelasnya.

Baca Juga:  Richard Sualang Ingatkan Lurah dan Kepala Lingkungan Sukseskan Lomba Evaluasi Perkembangan Kelurahan

Meski begitu, ia juga berharap para siswa tetap harus mempersiapkan diri,  baik belajar di rumah, maupun mengikuti berbagai pengayaan agar semakin mantap mengikuti ujian.

Para guru pun dituntut rela berkorban menjemput ke rumah jika ada siswa yang ‘nyaris putus sekolah’. Karena ujian adalah legitimasi setiap anak usia sekolah untuk mendapatkan ijazah.

Merlin mengakui sangat kecewa jika ada siswa SD-nya malas bersekolah. Karena tantangan ke depan semakin sulit. Ia memberi contoh saat ini seseorang yang berijazah SMA saja sulit mendapat pekerjaan apalagi tidak lulus SD.

Karena itu ada dua siswanya yang kurang diperhatikan orangtua untuk bersekolah ia perintahkan dijemput ‘paksa’. Seorang siswa bahkan diinapkan di rumah salahseorang guru, agar tidak terlambat ikut ujian. “Maaf saya mungkin agak keras, tapi ada orangtua saya ancam untuk dilapor ke polisi, agar anaknya bisa kembali bersekolah”, ungkap Merlin.

Kini semua 57 siswanya bisa ikut ujian akhir nasional. Ia sangat optimis seluruhnya dapat lulus.

Keyakinan seperti ini juga diungkapkan Kepala Sekolah SD Negeri 1 Bitung, Maria Siby, SPd,MPd, yang sebanyak 65 siswanya mengikuti ujian akhir.

Baca Juga:  Walikota Eman Buka Rakor APIP

Bagi Maria, ujian akhir nasional SD adalah momen menentukan bagi setiap siswa untuk bisa melanjutkan ke tahap menengah pertama. Sebab itu, tak bisa dipandang remeh oleh orangtua murid. “Ada 5 siswa yang terpaksa kami pergi jemput dari rumah ke rumah,  karena sudah hampir setengah 8 belum datang. Mereka ternyata terlambat karena hujan”, tuturnya.

Semua siswa peserta ujian akhir di sekolah ini digembleng ketat dalam mengikuti pengayaan selama 3 bulan lalu. Semua mata pelajaran terutama Matematika, Bahasa Indonesia dan IPA kembali dipaparkan kepada siswa kelas 6 agar mereka mengerti dan paham saat ujian.

“Sebelum mengikuti ujian sekolah ini, mereka mengikuti pengayaan selama 3 bulan. Mudah-mudahan apa yang sudah kita berikan bisa menghasilkan buah-buah yang baik”, ujarnya.

Tercatat ada 3740 siswa SD di 106 sekolah di Bitung menjadi peserta ujian akhir nasional tahun ini dengan 3 mata pelajaran yakni Bahasa Indonesia, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. (jeff)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *