Persoalan Minahasa Merdeka, Bukan Artian Pisah Dari NKRI

  • Whatsapp

Jakarta, MN – Mantan Ketua Umum Partai Damai Sejahtera(PDS), Dr Denny Tewu mengatakan persoalan kemerdekaan Minahasa digaungkan masyarakat sejak dulu. Namun bukan berarti untuk memisahkan dari NKRI.

“Aspirasi masyarakat bukan arti berpisah dari NKRI justru untuk menunjukkan, kesetiaan dan loyalitas Masyarakat Minahasa terhadap Pancasila dalam bingkai NKRI,” kata putra Minahasa ini Kamis(18/5).

Menurutnya karena sebagai mana keyakinan masyarakat minahasa pada umumnya yaitu The Great Commandment (Kasihi Tuhan mu dan kasihi sesamamu seperti dirimu sendiri) itu sudah termaktub dalam Sila pertama dan kedua dalam Pancasila. Sehingga diyakini juga apabila kita menjalankan The Great Commandment (Hukum yang utama) tersebut Maka Sila ke-3 hingga ke-5. Keadilan sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia pasti akan tercapai, tambahnya.

“Filosofi ini yang memastikan loyalitas Masyarakat Minahasa sangat kuat ikatan batinnya dengan Pancasila dalam bingkai NKRI,” tandasnya seraya menambahkan ungkapan Minahasa merdeka itu sebenarnya lebih kepada motivasi, kemerdekaan dari kemiskinan, kebodohan, intoleran, ketidak adilan dan sebagainya. Sebagaimana Permesta dulu juga menurut para sesepuh karena kurangnya perhatian Pusat atas Pembangunan di daerah-daerah termasuk Sulut. Jadi, lanjutnya dia mengira itu hanya ungkapan bahwa loyalitas Sulut atas Pancasila dalam bingkai NKRI tidak perlu diragukan, apalagi bila dibanding organisasi tertentu yang ingin menggantikan Pancasila dengan idiologi yang lain. Dirinya yakin Masyarakat Minahasa dari hati yang paling dalam sangat sejalan dengan Pancasila dalam bingkai NKRI. “saatnya kita sekarang tidak persoalkan idiologi lagi, tetapi pembangunan ekonomi yang mensejahterakan masyarakat Indonesia dimana masyarakat Sulut yang loyal terhadap Pancasila ada di dalamnya,” pungkasnya.(djamzu)

Baca Juga:  Di Hadapan Mendagri, Olly Dondokambey Jelaskan Kesiapan Anggaran Hadapi Pilkada

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *