Mendagri : Masyarakat Harus Mampu Menyaring Pemberitaan Yang di Duga Berisi Fitnah

  • Whatsapp

 

 

JAKARTA,MANADONEWS.-.Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengirimkan link berita Media Online Kumparan.com kepada EraRiau.com via watshappnya, bahwa Mendagri saat ini gusar dengan isu-isu yang berseliweran di media sosial akhir-akhir ini, yang mengandung fitnah dan provokasi. Sehingga Mendagri mengajak masyarakat indonesia untuk bijak menggunakan media sosial tidak menerima informasi tersebut secara akurat.

“Mencermati berbagai posting media sosial yang berkembang akhir-akhir ini, bahwa memang perlu filter untuk posting gambar atau video yang ada, karena banyak yang bersifat provokatif dan fitnah,” ucap Tjahjo dalam pesan singkat, Minggu (21/5), kepada Kumparan.com.

Tjahjo mencontohkan berbedarnya foto dan video yang menyebut ada bentrok hingga warga terbunuh di Pontianak, saat Pawai Gawai Dayak yang bersamaan dengan adanya aksi Bela Ulama kemarin. Padahal tidak ada.
“Memang ada kegiatan bersamaan antara Suku Dayak yang pawai dan pendukung aksi bela agama, tetapi mereka sudah dalam pengawalan aparat keamanan sehingga situasi kondusif. Tapi berita yang muncul seperti mengerikan,” ujar Tjahjo.

Baca Juga:  Andrei Angouw Tinjau TKB, Ada Apa Yaa..??

“Kita semua harus hati-hati dengan setiap kegiatan cipta opini dan kondisi yang dilakukan untuk melawan Pancasila, lawan NKRI, lawan Bhineka Tunggal Ika, lawan UUD 45, lawan orang yang tidak tidak ingin adanya ketenangan di Indonesia oleh gerakan-gerakan provokator tersebut yang ingin Indonesia kacau,” imbuh Tjahjo.

Tjahjo mengajak agar masyarakat harus mampu menyaring pemberitaan-pemberitaan yang diduga berisi fitnah dan provokasi dan tidak membantu menyebarkannya.

“Mari kita masyarakat Indonesia yang Pancasilais sejati untuk membantu aparat kepolisian dan TNI sebagaimana perintah Bapak Presiden Jokowi untuk gebuk dan bersikap dengan tegas kepada elemen bangsa Indonesia yang antiPancasila, UUD45, NKRI, BhinekaTungga Ika dansegala bentuk organisasi yang terlarang di Indonesia,” tegas Mendagri.
( tim mn )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *