Sodik: Indonesia Tolak Gay Karena Bertentangan Dengan Pancasila

  • Whatsapp

Jakarta, MN- Wakil ketua Komisi VIII DPR RI Sodik Mujahid menegaskan jika Indonesia selamanya tidak akan pernah mengakomodir, mentolerir dan membiarkan gay hidup di negara yang ber-Pancasila ini. Karena pada sila pertama ‘Ketuhanan Yang Maha Esa’ , gay itu bertentangan dengan Pancasila dan nilai-nilai agama yang kita anut selama ini.

“Jadi, Indonesia belum pernah dan tak akan pernah mentolerir gay dan atau LGBT (lesbian, gay, biseks, dan transgender) hidup di Indonesia. Karena tindakan itu jelas tidak beradab dan  bertentangan dengan Pancasila dan agama sendiri,” tegas politisi Gerindra itu dalam forum legislasi ‘Undang-Undang No.4 Tahun 2008 tentang Pornografi Mampu Jerat Pesta Gay?” di Gedung DPR RI Jakarta, pada Selasa (23/5/2017).

Karena itu kata Sodik, kalau ada yang mengatakan itu hak asasi manusia (HAM), bahwa HAM di Indonesia dibatasi dengan hukum, dan tidak ada yang namanya pernikahan sesama jenis. Dan, itu sudah diatur dalam UU No. 44 tahun 2008 tentang UU Pornografi.

“Persoalannya kalau LGBT ini diundangkan, justru akan mengakui keberadaan LGBT atau tidak? Inilah yang harus dipertegas,” ujarnya.

Baca Juga:  KPU RI Tetapkan 5 Komisioner KPU SULUT Periode 2018-2023

Sodik mengakui jika menghadapi LGBT saat ini, hanya ada 3 isntrumen; UU Pernikahan, KUHP dan UU Pornografi.

“Kalau mempunyai komitmen yang sama dengan palsafah Pancasila, maka kita bisa dengan mudah menjerat pelaku gay.

“Jadi, DPR dengan kasus ini disadarkan kembali untuk membahas RUU Gay guna lebih sigap menghadapi perilaku LGBT ini,” katanya. Yang pasti, siapapun tidak rela anak dan cucunya melakukan prilaku sek menyimpang.

“kita sering ingin menyamakan dengan negara Barat. Tapi ingat kita punya latar belakang sejarah yang sangat beda. Apakah ikhlas atau tidak, jika adik-adik, anak-anak dan cucu-cucu kita, kemudian mereka berada dalam sebuah kultur yang membolehkan dan menginteraksi dengan perilaku semacam itu,” tandasnya seraya menambahkan jauh ke belakang tentang budaya Indonesia yang berbasis kepada jutaan atau mungkin ribuan etnis dan budaya-budaya yang tidak memberikan toleransi terhadap perilaku seks sesama jenis.(djamzu)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *