Harga Cabai dan Bawang Naik 100 Persen

  • Whatsapp
Seorang ibu membeli cabai di pasar Girian,Kota Bitung, Sulawesi Utara, kemarin. Harga cabai kini meroket menjadi 120 ribu rupiah perkilogram. (Jeff)

KOTA BITUNG, Manado News – Harga cabai merah dan bawang putih di pasar tradisional Kota Bitung, Sulawesi Utara,  dalam tiga hari terakhir ini meroket. Kenaikan harga terjadi sampai 100 persen atau dua kali lipat dari pekan sebelumnya.

Konsumen banyak yang mengeluh karena harga cabai rawit dan bawang putih naik gila-gilaan. Jika sebelumnya harga cabai rawit dibeli 60 ribu rupiah per kilogram, saat ini pedagang sudah menjual 120 ribu rupiah perkilogram. Harga bawang putih juga naik 100 persen, dari sebelumnya hanya 35 ribu rupiah perkilogram, kini pedagang sudah menjual 70 ribu rupiah perkilogram.

Seorang konsumen, Ani, saat ditemui di pasar Girian, Selasa siang (30/5)  mengaku kecewa dengan kenaikan harga kebutuhan bumbu dapur yang mulai gila-gilaan. Meski begitu, ia mengaku tetap membelinya meski dengan jumlah yang terbatas karena faktor kebutuhan untuk masakan. “Aduh so mahal ni rica (cabai). Tapi mau mengeluh pada siapa. Terpaksa harus beli biar mahal”, ujar Ani pasrah.

Hamzah, pembuat kue pastel merasa ikut kena dampak negatif kenaikan harga cabai ini. Meski sering memakai cabai hijau yang harganya lebih murah dari cabai merah, tapi menurutnya saat ini ia harus merogoh kocek lebih banyak, karena harga cabai hijau juga ikut naik 2 kali lipat. “Biasanya setengah kilo 15 ribu rupiah, sekarang sudah 30 ribu rupiah”, katanya.

Baca Juga:  Kecamatan Melonguane Matangkan Persiapan Detik-detik Proklamasi

Sejumlah konsumen lain berharap pemerintah harus memperhatikan kenaikan ini, karena berdampak negatif terhadap daya beli masyarakat.

Menurut salahseorang pedagang pasar Girian, Toni, pasokan cabai rawit dari distributor yang kurang menjadi penyebab kenaikan harga. “Setiap pedagang hanya bisa mendapatkan pasokan cabai paling banyak 80 kilogram dari distributor, padahal sebelumnya kami mendapat pasokan ratusan kilogram”,katanya.

Pedagang lainnya, Sarce,  mengungkapkan mendapat pasokan cabai merah maupun bawang putih,  dengan harga yang memang sudah dinaikan oleh para distributor. Kondisi ini membuat pedagang terpaksa harus menaikan harga dalam penjualan eceran kepada konsumen. “Sebelumnya kami beli sampai 10 karung, tapi kini karena harga sudah 1 juta rupiah per karung kami tidak mampu”, ujarnya.

Sedangkan, Emi,  pedagang bawang dan rica (cabai), mengaku sempat bingung pasokan kosong sehari sebelumnya. Ketika pasokan datang,  harganya sudah naik tinggi. Khusus cabai merah para pedagang umumnya mendapat pasokan dari provinsi Gorontalo.

Konsumen menduga harga bumbu dapur ini ikut dipengaruhi pasokan, namun bisa juga sengaja dipermainkan distributor. Masyarakat kuatir harga bumbu dapur akan terus naik hingga memasuki perayaan idul fitri nanti, jika pemerintah Kota Bitung tidak cepat tanggap menstabilkannya. (Jeff)

Baca Juga:  Jadi Pencatat Perkawinan, Wali Kota Caroll Senduk Beri Selamat buat Volan - Brenda

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *