Kasus Penyekapan Karyawan Koperasi di Bolmong Diduga Rekayasa Korban

  • Whatsapp

 

BOLMONG,MANADONEWS,–. Kasus dugaan penyekapan terhadap korban WM alias Wita (22) warga Kelurahan Kobo Besar, Kecamatan Kotamobagu Selatan, yang tak lain adalah karyawan Mulia Sejahtera Bersama (MSB), di Kelurahan Molinow, 18 Mei 2017 lalu, mulai terungkap.

Berdasarkan hasil penyelidikan di Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta pemeriksaan sejumlah saksi, Kasat Reskrim Polres Bolmong AKP Hanny Lukas SE, mengatakan, diduga kuat peristiwa ini direkayasa.

“Dari awal penyelidikan, kita sudah menemukan kejanggalan di TKP. Kemudian dilakukan pengembangan,” kata Lukas

Menurutnya, dari keterangan awal korban WM, saat itu dia mengambil uang berjumlah Rp. 50 juta dari brankas kantor tempatnya ia bekerja. Kemudian ia mengaku tiba-tiba disekap oleh orang yang belum diketahui identitasnya dari belakang. Sesaat merasa seperti disuntik di bagian punggung lalu pingsan. Korban mengaku sadar ketika sudah berada di dalam kamar mandi dengan posisi tangan, kaki dan mulut diikat dengan lakban warna hitam.

“ Saat itu kita juga telah melakukan pemeriksaan urine terhadap korban untuk bagian dari penyelidikan, mengetahui zat jenis apa yang diduga disuntikan berdasarkan pengakuan korban yang menyebabkan ia pingsan. Namun, hasilnya negatif. Empat hari menjalani perawatan lalu korban melarikan diri pada tanggal 23 Mei, ia terkesan menghindar dari petugas (Penyidik). Saat ini ia korban (WM – red) sedang dilakukan pencarian,” ujar Lukas

Baca Juga:  Demi Bantu Warga, Renti Sempatkan Diri Urus Usaha di Bangomolunow

Lanjunya, peristiwa ini terungkap dari keterangan suaminya, berinisial MD alias Mar, kata Lukas, peristiwa penyekapan itu tidak benar adanya. Hal ini diceritakan isterinya WM, sesaat sebelum melarikan diri.

” Isterinya juga sempat menitipkan kunci brankas kepada suaminya dan mengakui bahwa penyekapan itu direkayasa. Mengingat di internal perusahaan tempat isterinya bekerja, akan ada tim audit keuangan. Sementara, uang tersebut sudah dipakai korban. Diduga untuk menghilangkan jejak dan terhindar dari audit, ia lalu merekayasa peristiwa itu seolah-olah terjadi penyekapan dan pencurian uang,” jelas Kasat Reskrim.

Pihaknya juga meminta agar WM kooperatif, datang dan memberikan keterangan serta penjelasan di hadapan Penyidik, terkait kasus ini.

“Peristiwa ini mulai terungkap, untuk itu kami berharap korban dapat menyerahkan diri dan mengahadiri penggilan penyidik serta memberikan keterangan atas kejadian itu,” singkatnya.
( steven/ hms polres bolmong )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *