Zulhas Pastikan Dialog Kebhinekaan Para Tokoh Untuk Merajut NKRI

  • Whatsapp

Jakarta, manadonews – Ketua MPR RI Zulkifli Hasan mengatakan dialog kebhinnekaan dari para tokoh untuk merajut NKRI.

“curah pendapat ini dilakukan setelah sesama anak bangsa ini  ada perasaan seperti kebangsaan ini terbelah,” katanya Ketua MPR RI Zulkifli Hasan ketika membuka acara Curah Rasa dan Pendapat Para Tokoh Nasional, Refleksi Kebangsaan “Merajut Kebhinnekaan untuk Menjaga Keutuhan NKRI” di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Selasa (13/6).

Dalam Acara tersebut telihat antara lain inisiator acara KH. Sholahuddin Wahid, Prof Mahfud MD, dan Prof Jimly Asshiddiqie. Juga hadir Wakil Ketua MPR RI, Letjen (purn) EE. Mangindaan, Hidayat Nur Wahid, Try Soetrisno, Frans Magniz Suseno, Theo Sambuaga, Jaya Suprana dan lain-lain.

Sehingga dengan pertemuan ini dan pertemuan selanjutnya harus kembali dirajut bersama untuk saling menyintai dan menyangi. Tidak saling menyakiti, dan Pilkada DKI Jakarta sudah selesai.

“Tahun 2018 juga ada Pilkada dan 2019 ada pemilu dan pilpres. Jadi, isu-isu seperti dalam Pilkada DKI Jakarta, itu jangan sampai terulang lagi, makanya MPR sebagai rumah rakyat, semua kalangan bisa datang dan menyampaikan pendapatnya untuk kebhinnekaan dan menjaga NKRI,” tukasnya.

Baca Juga:  Tiga Calon Sekot Manado Bakal Tereliminasi, OD-SK Punya Calon Herry Rotinsulu dan MeckyOnibala

Zukifli merasakan akhir-akhir ini pasca 70 tahun merdeka dan 19 tahun reformasi, di tengah kita ada sesuatu yang kurang nyaman. Karena itu Pak Mahfud, Jimly Asshiddiqie, dan Gus Solah mengusulkan ke MPR RI tentang perlunya ada dialog terbuka tanpa kebencian, agar yang kita hadapi dan rasakan tanpa perbedaan serta sama-sama menyintai tanah air.

“Kalau tidak, maka yang terjadi akan terus saling menyakiti. Untuk itu MPR RI memfasilitasi masyarakat untuk bicara apa saja dengan penuh kejujuran dan nanti bisa mensejahterakan lingkungan masing-masing. Kita bersatu kembali, saling memahami satu dengan yang lain agar nanti bisa menentramkan seluruh masyarakat,” ujarnya.

Yang pasti, MPR mendorong dialog tersebut dilakukan sampai semua saling menyayangi dan mencintai satu sama lain. Karena itu untuk tokoh dan masyarakat yang belum diundang, MPR RI meminta maaf karena semua belum diketahui. “Makanya, yang mengetahui mohon nanti didaftar dan diundang untuk acara berikutnya,” (Djamzu)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *