Hingga Akhir Semester II,Produksi Padi dan Jagung di Bolmong Meningkat Hingga 20 Persen

 

BOLMONG,MANADONEW,-.Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) dikenal sebagai daerah lumbung beras.Pasalnya, hingga akhir semester II, produksi padi dan jagung di Bolmong meningkat hingga 20 persen.Tidak mengherankan tahun ini, para petani menerima bantuan melimpah.

Kepala Dinas Pertanian Taufik Mokoginta mengatakan, untuk tahun ini Kabupaten Bolmong mendapat bantuan 100 ribu ton benih jagung bagi petani.”Saya lobi langsung ke menteri. Program ini agar tak ada lahan tidur lagi di Bolmong. Menjadi lahan yang bisa menguntungkan ekonomi para petani,”ujarnya pada rabu (05/07)

Bantuan tersebut langsung disalurkan ke kelompok tani tanpa ada pungutan biaya apapun. Penyuluh pertanian pun ikut mengawal langsung pemberian bantuan.”Penyuluh mengawal langsung. Kalau ada yang memperjual belikan, akan tindak tegas. Tiap kelompok tani selalu kita kontrol. Tiap kelompok sudah didata, sehingga seharusnya anggota kelompok dapat bantuan ini,”ujarnya.

Selain benih ungkap Mokoginta, pihaknya juga telah mendistribusikan bantuan alat sawah secara bertahap.
Namun, bantuan alat ini hanya bagi kelompok tani yang mampu, sebab biaya operasional mahal. “Sudah disalurkan alat pemotong padi, ini merupakan bantuan dari pemerintah pusat. Persyaratan teknis penerima bantuan ini yakni kelompok yang memiliki akses dan kemampuan ekonomi, serta minimal pada kelompok yang berada di area 200 hektar sawah, nantinya kelompok yang bentuk group pengelolah,”bebernya.

Baca Juga:  Kibarkan Bendera Merah Putih di Tanah Totabuan, Paskibraka Berurai Air Mata

Lanjutnya, pihaknya sangat selektif dalam pemberian bantuan ini. Karena, untuk mengangkut alat ini saja harus pakai mobil, selain itu harus ada perawatan, biar alatnya awet. Meskipun demikian, alat ini bisa juga disewakan oleh kelompok penerima bantuan pada kelompok lain yang lebih kecil dengan harga di bawah.”Yang pasti harus di wilayah sentra produksi tinggi beras. karena alat ini besar, harus berada di wilayah cakupan sentra beras. Kelompok-kelompok ini yang nantinya akan menggunakannya,”jelasnya.

Dia menambahkan, pihaknya memberlakukan perjanjian kerja sama dengan kelompok yang menerima bantuan alat tersebut. Apabila penerima bantuan memanfaatkan alat ini tidak dengan semestinya, pihaknya dengan tegas akan menarik alat ini kembali.”Kalau tak menjalankannya, kita ambil alih, apalagi sudah buat bisnis pribadi kepada petani kecil,”tegasnya.

Lebih lanjut jelas Taufik, penyaluran tersebut juga masih sementara dilakukan menunggu hasil survei tim di lapangan. Dengan laporan yang masuk akan menjadi acuan untuk menyalurkan bantuan ini. “Penyaluran sudah sekaligus dengan pelatihan kelompok tani untuk mengoperasikan alat ini. Memang harus ada pelatihan dulu, karena ini alat berat,”jelasnya.

Baca Juga:  Wadan Lantamal VIII Hadiri Pembukaan Upacara Penanganan Pemilu 2019 di Makodam XIII/Merdeka

Terpisah, Kepala Bidang Bina Produksi Tanaman Pangan, Holtikultura dan Aneka Tanaman Dinas Pertanian Sahrul Dossa menjelaskan, produksi beras tahun 2016 menyentuh angka 182.259 ton sementara ketersediaannya 152.283 ton. Produksi ini ditanam di sawah seluas 63.292 hektar dengan luas panen 60.204 hektar. Dari hasil ini, konsumsi beras per bulan mencapai 2.498,07 ton dengan jumlah warga Bolmong 220.093.”Bolmong memang menjadi lumbung beras di Sulut. Rata-rata produksinya meningkat tiap tahunnya,”tutur dia.

Dijelaskannya juga, secara keseluruhan program bantuan padi, jagung dan kedelei sudah mencapai 90 persen.”Saat ini kami terus melakukan penyaluran benih kepada 3618 kelompok penerima di tiap kecamatan,”ujarnya.

Ditambahkannya, pihaknya memang menargetkan sudah harus selesai.”Kami mengimbau seluruh kelompok penerima agar segera melakukan penanaman secepatnya. Agar produksi padi, jagung dan kedelai ini dapat dilihat perkembangannya di tahun ini,”harapnya.

Para penerima bantuan inipun diimbau mengantisipasi musim panas yang kemungkinan terjadi mulai bulan ini. Karena telah diantisipasi BMKG, awal Juli sudah musim panas. “Selain itu, program kegiatan cetak sawah 1000 hektar program tahun 2017 juga sudah mencapai 90 persen. Kami optimis tahun ini bisa selesai ”
( stvn )

Baca Juga:  Kegiatan yang Difasilitasi BSSN Bakal Dibuka Kadis Kominfo Bolmong