Pembunuh Nenek Pateten Akhirnya Ditembak

 0
Pembunuh Nenek Pateten Akhirnya Ditembakby Redaksi MNon.Pembunuh Nenek Pateten Akhirnya Ditembak  KOTA BITUNG, Manado News – Seorang remaja, Fahjrin Baradab alias Ajin (17) warga Pateten 1 kecamatan Aertembaga Kota Bitung, tersangka perampok dan pembunuh seorang nenek, S (65 tahun)  di sebuah ruko Pateten, hari Minggu, berhasil dibekuk tim buru sergap gabungan Polres dan Polsek Maesa Bitung, di Amurang Minahasa Selatan, tadi pagi (11/7-2017). Menurut Kapolres […]

Fahjrin alias Ajin, tersangka perampok dan pembunuh nenek di Pateten 1, duduk di lapangan Polres Bitung dengan kaki terbalut perban terkena tembakan petugas akibat melarikan diri. (foto.Jeff)

 

KOTA BITUNG, Manado News – Seorang remaja, Fahjrin Baradab alias Ajin (17) warga Pateten 1 kecamatan Aertembaga Kota Bitung, tersangka perampok dan pembunuh seorang nenek, S (65 tahun)  di sebuah ruko Pateten, hari Minggu, berhasil dibekuk tim buru sergap gabungan Polres dan Polsek Maesa Bitung, di Amurang Minahasa Selatan, tadi pagi (11/7-2017).

Menurut Kapolres Kota Bitung, AKBP. Philemon Ginting di mako Polres, Selasa pagi, tersangka dibekuk saat hendak melarikan diri ke Gorontalo. Petugas terpaksa menembak kakinya,  karena saat akan ditangkap tersangka coba melarikan diri. “Ya hari ini 11 Juli 2017, tersangka FB warga Pateten telah diamankan terkait dengan pembunuhan, pencurian dan dugaan perkosaan. Pelaku kita tangkap di Amurang, Minahasa Selatan, pada saat hendak melarikan diri ke Gorontalo. Dalam upaya melarikan diri, anggota sempat memberikan tembakan peringatan dan kemudian menembak kaki pelaku”, papar Kapolres.

Dalam membekuk tersangka, Kapolres memang mengerahkan kekuatan cukup besar terdiri dari tim Tarsius, Cobra dan anti bandit Polres dan Polsek Maesa yang dipimpin Kasat Reskrim.

Semula dalam Facebook, tersangka memposting sedang menuju Timika, Papua. Tapi tim buru sergap tak mudah dibodohi dengan taktik tersangka. Mereka mencari informasi sebanyak mungkin dan akhirnya Senin malam mengejar ke Minahasa Selatan, dan berhasil membekuk tersangka.

Saat tiba di Mako Polres Bitung, tersangka sempat diturunkan di halaman karena bertepatan sedang ada apel para polisi di lapangan. Sambil duduk di rumput, tersangka sempat ditanyai Kapolres.

Di hadapan Kapolres dan petugas polisi lainnya,  tersangka mengaku sudah merencanakan untuk mencuri di rumah keluarga Salendang. Ketika mengincar dan melihat penghuni rumah sudah keluar, ia memanjat sisi bangungan dan masuk dari jendela di lantai 3. Tapi tak disangka ketika hendak mengambil uang di toko lantai bawah, tersangka bertemu nenek S di tangga.

Menurut tersangka ia langsung membenturkan kepala nenek tersebut ke dinding dan lantai hingga berdarah. Melihat korban sudah tersungkur tak berdaya, Tersangka mengambil uang di laci toko di lantai bawah,  kemudian balik dan menikam nenek dengan pisau hingga tewas. Korban juga disetubuhi tersangka, sesudah itu ia melarikan diri.

“Pas mau turun, kita baku dapa deng nenek di tangga kong kita pe kaki dia injang. Dia tanya sapa ngana,mar kita badiang. Abis itu kita toki-toki depe kapala di dinding.  Kita lia so tabadiang dia, kong kita ambe uang di bawah. Abis itu bale ka atas lia dia so di kamar. Kita tikam pake piso”, tutur tersangka.

Tersangka melarikan diri lewat jendela di lantai atas, kemudian naik ojek. Ia bahkan masih sempat membeli sepasang pakaian dan celana ¾ di tenda biru pusat kota Bitung,  serta membeli handphone dengan uang curian di Girian sebelum kemudian menuju ke terminal bus Tangkoko untuk lari ke Manado.

Dengan uang rampokan yang berjumlah belasan juta, ia pergi ke Tomohon, kemudian balik lagi ke terminal bus Malalayang, kota Manado. Ia kemudian menyewa taksi gelap sejumlah 1, 5 juta rupiah untuk lari ke Gorontalo. Ketika sedang istirahat di Amurang, petugas buser Bitung membekuknya.

Dari tangan tersangka petugas berhasil mengumpulkan uang senilai 11,4 juta rupiah termasuk 2 buah telepon genggam dan vape rokok elektronik. Diperkirakan ada 3 juta lebih rupiah sudah digunakan tersangka.

Menurut Kapolres tersangka untuk sementara dikenakan pasal pidana KUHP 338 dan 353 dengan ancaman hukuman 12 hingga 15  tahun penjara. Tapi ancaman hukuman ini bisa saja berkembang setelah ada hasil penyelidikan lebih lanjut. (Jeff)

banner 468x60

Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan