Presiden Jokowi Diminta Selesaikan Persoalan Palestina Israel

Jakarta, manadonews – Kaukus DPR untuk Palestina mendesak Presiden Joko Widodo melakukan langkah nyata terhadap Israel yang menutup Masjid Al-Aqsa dan membunuh imam masjid Syeikh Ikrima Sabri di Jerusalem Timur.

Anggota Kaukus DPR untuk Palestina dari Fraksi PKS, Fikri Faqih menegaskan Penutupan masjid dan akses muslim untuk sholat di Qiblat pertama umat Islam yakni Masjidil Aqsha, itu adalah pelanggaran HAM.

“Pembubaran jamaah sholat oleh tentara Israel secara paksa sehingga Syeikh Ikrima Sabri tertembak itu adalah kekerasan yang tidak bisa ditolerir,” tegasnya kepada wartawan di Gedung Parlemen,Jakarta, Kamis (20/7).

Yang pasti, Kaukus DPR untuk Palestina menilai Israel tidak menghormati masjid Al Aqsha sebagai warisan dunia yang sudah diakui UNESCO.

Anggota Kaukus lainnya dari Fraksi Hanura Dadang Rusdiana mengatakan Pemerintah segera melakukan langkah tepat terkait aksi yang dilakukan Israel terjadap Masjid Al Aqsa di Palestina. “Masjid Al Aqsa mempunyai sejarah panjang dalam perjalan Rasul melakukan Isra Mi’raj,” katanya.

“Sekarang inilah saatnya Pemerintahan Presiden Jokowi membuktikan memusuhi radikalisme dengan membangun solidaritas kebangsaan sesama anggota OKI (Organisasi Kerjasama Islam) untuk pemiskinan Palestina oleh Israel,” timpal Sodik Mujahid dari Fraksi Gerinda.

Baca Juga:  Pt Conch dan Pt Sulenco Resmi Ditutup Bupati Bolmong

Pelarangan ibadah Jumat oleh Israel merupakan kejadian pertama kali sejak 1969. Menyusul ditembak matinya tiga pemuda berdarah Arab-Israel setelah bentrok dengan polisi Israel dimana dua di antara polisi Israel itu tewas kena tembak (Jumat,14/7). Penutupan tempat suci umat Yahudi dan Islam itu dikecam negara-negara muslim dunia, tidak terkecuali Raja Salman dari Arab Saudi yang mendesak Amerika Serikat (AS) untuk melobi Israel membuka kembali operasional masjid. Alhasil, Perdana Menteri (PM) Israel, Benyamin Netanyahu, membolehkan dengan syarat penggunaan alat detektor di pintu masuk masjid.(djamzu)