Dishub Bolmong Gagas Ranperda Terkait Alat Pemberi Isyarat Lalulintas, Rambu Lalulintas dan Marka Jalan

  • Whatsapp

asisten 2 pemkab bolmong sonda simbala saat memimpin rapat

 

BOLMONG,MANADONEWS,-.Kurangnya pemahaman masyarakat tentang kegunaan serta manfaat dari prasarana perlengkapan jalan yang ada, serta tingkat kesadaran dan rasa memiliki terhadap fasilitas penunjang perlengkapan jalan yang ada, belum sesuai dengan harapan.

Terkait hal ini, maka Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) menggelar Rakor Draft Ranperda Tentang Alat Pemberi Isyarat Lalulintas, Rambu Lalulintas dan Marka Jalan, diruang rapat asisten II kantor bupati dilolak, selasa (10/10) siang. Kegiatan ini dipimpin langsung asisten II Ir,H.Sonda Simbala.

Kabid Prasarana Dishub Bolmong Zulfadhli Binol,SE,ME selaku penggagas Ranperda ini mengatakan, dengan kerusakan material prasarana perlengkapan jalan yang sering terjadi, baik pada ruas jalan kabupaten, jalan provinsi maupun jalan nasional, sehingga perlu adanya sinkronisasi antar SKPD, Polri dan masyarakat dalam hal menjaga serta meminimalisir kekurangan-kekurangan yang sering terjadi selama ini.

 

kabid prasarana dishub bolmong, Zulfadhli binol,se,me

 

” Gagasan ini dikarenakan melihat kondisi jalan kabupaten, jalan provinsi, maupun jalan nasional. Serta perlengkapan prasarana jalan yang ada di Bolmong yang tingkat kecelekaannya masih sangat tinggi ” kata Kabid Zulfadhli yang saat ini sementara mengikuti Pim III.

Baca Juga:  Menkes Budi Gunadi Sadikin Mengaku Senang Lihat Semangat Lansia di Sulut Mau Divaksin

Ditambahkan Zulfadhli, bahwa ranperda ini juga berdasarkan uu no 22 tahun 2009 pasal 28 tentang lalulintas dan angkutan jalan

” Didalamnya berbunyi, setiap orang dilarang melakukan perbuatan yang mengakibatkan kerusakan dan gangguan fungsi jalan, dan setiap orang dilarang melakukan perbuatan yang mengakibatkan gangguan fungsi perlengkapan jalan sebagaimana dimaksud dalam pasal 25 ayat 1 “katanya

 

kabid Zulfadhli binol saat memaparkan gagasannya

 

Gagasan ini dibuat sehubungan dengan pelaksanaan Diklat Kepemimpinan Tingkat III Kabupaten Bolmong Kemitraan dengan Badan Diklat Provinsi Sulut dengan judul area proyek perubahan ” Gerakan Cinta Prasarana “.

” Jika terwujud, program ini menjadi yang pertama di seluruh kabupaten/kota se-Sulut. Sudah ada MOU dengan tiga pemerintah kecamatan yakni, Sangtombolang, Bilalang dan Lolayan. Tapi untuk proyek perubahan hanya kecamatan Bilalang dan Lolayan “jelasnya.

Dijelaskan Kabid Zulfadhli, dalam sosialisasi yang sudah dilaksanakan dibeberapa kecamatan, mendapat apresiasi yang sangat luar biasa dengan hadirnya Forkopimcam, Pihak Polsek, Tokoh masyarakat, dan instansi terkait lainnya.

Baca Juga:  Harga Bumbu Dapur di Manado Menjelang Natal Stabil

 

jalannya rapat

 

” Isi MOU dijelaskan, pihak kecamatan harus melakukan sosialisasi disetiap moment acara agar memahami kegunaan dan manfaat, serta menjaga adanya pengrusakan prasarana perlengkapan yang ada, serta melakukan pengawasan kepada oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab “terang Kabid Zulfadhli.

Kegiatan ini turut dihadiri Asisten II Sonda Simbala, Kepala Bappeda, Kadis PUPR, Kepala BPBD, Kadis DLH, Kasat Polpp, Kabag Hukum dan Ham Setdakab, Kabag TUP Humas dan Protokoler Setdakab, Camat Lolak, Camat Sangtombolang, Camat Lolayan, Camat Bilalang, Kapolsek Rural Lolak, Kapolsek Sangtombolang, Kapolsek Rural Passi, dan Kapolsek Lolayan.

( stvn )

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *