Diduga Ini Penyebab Kasie Paud Bertele-Tele Menjelaskan Jumlah Paud di Bolmong Kepada Komisi III Saat Hearing Lalu

oleh

 

hearing komisi 3 dprd bolmong bersama disdik beberapa waktu lalu

 

BOLMONG,MANADONEWS,-.Pada saat Hearing Komisi III DPRD Bolmong dan Dinas Pendidikan (Disdik) pada kamis 12 oktober lalu, Kasie Paud Petronela Tutkey sempat salah menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh anggota Komisi III dari fraksi Demokrat Doni Lumenta tentang jumlah Paud yang berada di Kabupaten Bolmong.

“ Jadi di Bolmong ada 142 Paud, lalu jumlah yang menerima bantuan BOP ada 183. Maaf, jumlah Paud yang sebenarnya ada 242 ” kata Tutkey.

Terkait hal ini, Komisi III segera bertindak cepat dengan melakukan kunjungan di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Dirjen PAUD di Jakarta, jumat (20/10) untuk menanyakan langsung jumlah keseluruhan penerima BOP Paud di Bolmong.

Dari pertemuan tersebut akhirnya terkuak bahwa penerima BOP PAUD di Bolmong memang hanya 183 dari total 242.

Wakil Ketua Komisi III Tonny Tumbelaka menjelaskan, bahwa dari penuturan Dirjen PAUD, jika memang hanya sebagian yang mendapat bantuan, maka pihak Disdik Bolmong, khususnya Seksi PAUD tidak menginput semua data yang ada.

 

kunjungan komisi 3 dprd bolmong ke kemendikbud

 

” Saya menduga sebagian data tidak diinput secara online karena malas. Ini mungkin penyebab mengapa Kasie PAUD bertele-tele menjawab terkait jumlah keseluruhan “ujar Tonny saat dikonfirmasi via telepon seluler.

Pihak Kemendikbud melalui Dirjen PAUD akan memberikan nomor Data Pokok Pendidikan (Dapodik) jika diinput.

” Tiap tahun dananya menurun karena tidak diisi data PAUD di Dapodik. Buktinya tahun 2015 dana yang turun sekitar 2,2 miliar, tahun 2017 turun menjadi 1,8 miliar. Yang parah di tahun depan sisa 1,2 miliar. Rata-rata tiap PAUD menerima 10-12 juta” jelasnya.

Tonny menambahkan, pihak Disdik khususnya Seksi PAUD tidak ada semangat kerja, hanya menunggu anggaran turun. Karena kalau diinput semua, maka bisa tercover.

” Karena tahun depan cuma 1,2 miliar maka komisi III akan berjuang melalui dana cadangan di Kementerian Pendidikan, dan sudah ada respon positif dari Dirjen Paud. Namun, harus ada proposal dari Disdik, agar ada penambahan dana walau hanya sedikit. Kami juga meminta agar ada PAUD percontohan di Bolmong, dan Dirjen sudah menyetujui “pungkasnya.

Ikut pula dalam kunjungan ini antara lain, Ketua Komisi III Masri Daeng Masenge, Teddi Jong, Swempry Rugian, dan Doni Lumenta.
( stvn )

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *