Lawan Deparpolisasi!

MANADO, MANADONEWS – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) bertekad untuk menjadi pemenang pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Kepulauan Talaud 2018.
Meski begitu, target yang diusung tak semudah membalikan telapak tangan.
Belakangan terindikasikan adanya gerekan deparpolisasi di tanah parodisa. Berkembang isu, munculnya calon – calon independen dengan meniadakan peran parpol.
Untuk itu, partai besutan Megawati Soekarno Putri menyiapkan koalisi besar untuk melawan deparpolisasi. Hal ini terlihat dari komunikasi-komunikasi politik bersama sejumlah partai. “PKPI dan Hanura sudah siap untuk berkoalisi,” kata Ketua DPC PDIP Talaud, Lucky Aldrin Senduk, baru-baru ini.
Diketahui, PDIP memang tak bisa mengusung calon sendiri di pilkada Talaud. Sebab hanya memiliki tiga kursi di DPRD. Masing-masing parpol pengusung membutuhkan 4 kursi. Sementara untuk Hanura dan PKPI memperoleh dua kursi.
“Komunikasi dengan partai lain kini dibangun agar bisa bersama-sama membangun koalisi untuk mengusung calon,” kata Senduk.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD PDIP ini mengatakan, pihaknya saat ini sementara melakukan komunikasi politik dengan Partai Golkar, Demokrat, Gerindra, Nasdem dan PAN. “Semua partai. Komunikasi politiknya dilakukan di tingkat pusat, provinsi dan kabupaten,” ungkapnya.

Baca Juga:  Ratusan Personil Polres Talaud Amankan Ibadah Perayaan Jumat Agung

Sekedar informasi, istilah itu deparpolisasi pertama kali dimunculkan Sekretaris DPD PDI-P DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi yang juga Ketua DPRD DKI. Prasetio menilai adanya upaya deparpolisasi yang sedang berkembang di Indonesia.

Indikatornya, kata dia, adalah adanya upaya untuk meniadakan peran partai politik dalam pemilihan kepala daerah.

Menurut Prasetio, PDI-P akan melawan upaya deparpolisasi.
“Deparpolisasi ini bahaya dan PDI-P pasti akan melawan deparpolisasi.

Namun apa arti sebenarnya dari kata deparpolisasi tersebut? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, arti deparpolisasi adalah “pengurangan jumlah partai politik”.
Menurut Pengamat politik dari Universitas Gajah Mada, Arie Sudjito, deparpolisasi merupakan upaya pemandulan terhadap partai. Contohnya dengan membatasii jumlah partai, tidak memberi ruang terhadap partai. Ada kondisi politik yang bisa menghancurkan partai dan menghilangkan peran partai, itu baru deparpolisasi,” ujar Arie.

(YOUNGKY)