Tri Widodo Berharap 2018 Mitra Siap Menjadi Lumbung Inovasi

MITRA, MANADONEWS – Konteks sosialisasi sangat penting dan bukan kegiatan sesaat tanpa follow up, tapi merupakan satu langkah kecil dari lompatan di masa yang akan datang.

Hal ini dikatakan Deputi bidang inovasi administrasi negara, Lembaga Administrasi Negara RI Dr.Tri Widodo Wahyu pada kegiatan sosialisasi inovasi pelayanan publik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara (Pemkab Mitra).

“Inovasi bisa lahir dari 4 sumber, DPRD, Masyarakat, SKPD dan dari ASN,” jelas Widodo.

Untuk itu lanjut Widodo, Fokus konteks pada SKPD dan ASN, inovasi berasal dari SKPD dan ASN harus diusulkan kepada pimpinan yang bersangkutan. Kepala SKPD harus menyampaikan ke badan litbang untuk direview apakah sesuai kebutuhan, dapat dilakukan dan dapat mengakselerasi pembangunan, usulan dinilai layak atau tidak.

“Jika layak usulan harus mendapat penetapan berupa keputusan Kepala Daerah. Tahap selanjutnya adalah implementasi penetapan. Inovasi baru dituangkan dalam perda atau perkada. Setelah diimplementasi harus dievaluasi apakah berhasil mendatangkan manfaat bagi masyarakat atau tidak. 2018 semua daerah harus melakukan inovasi,” jelasnya lagi.

Baca Juga:  Sekdaprov Kawatu Tekankan Pengawasan Targetkan 6.000 Bidang Tanah Reforma Agraria di Sulut

Munurut dia, 2018 Kabupaten Mitra kiranya siap menjadi lumbung inovasi dan sejajar dengan daerah-daerah paling inovatif di indonesia. Membutuhkan sebuah proses yang cukup serius. LAN berkomitmen untuk mendampingi hingga pameran inovasi. Bedakan dengan pameran pembangunan, adalah adanya unsur pembaruan. Kabupaten Mitra adalah Kabupaten pertama berkomitmen berinovasi di Provinsi Sulawesi Utara.
“Berkat Dukungan dan komitmen sepenuhnya dari Bupati untuk Perbaikan kualitas pelayanan publik, salah satu agenda prioritas Pemerintah dengan melakukan percepatan peningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Dikatakannya, 2018 Kabupaten Mitra harus menjadi pemenang, harus menjadi kiblat baru yang menonjol karena inovasinya.

“Bupati mampu untuk mengenali kendala yang ada dan menggali potensi. Agen perubahan memandang kendala atau masalah sebagai lahan inovasi,” pungkasnya.

(Geri)

Pos terkait