Akibat Miras Nyawa Petani Melayang di Bacok

  • Whatsapp

AIRMADIDI, MANADONEWS – Lagi-lagi satu nyawa melayang di Desa Rinondoran Kecamatan Likupang Timur Kabupaten Minahasa Utara (Minut)akibat Minuman keras (Miras) RO alias Refly (44) tewas dibacok oleh tersangka YO alias Anis (40), Warga Rinondoran, Kecamatan Liktim. Jumat (9/10) pukul 23:50 WITA.

Sementara itu, Kapolsek Likupang Iptu Hendrik Rantung membenarkan adanya peristiwa tersebut dan langsung olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta melakukan pemeriksaan terhadap pelaku. Kapolsek mengatakan kejadian tersebut berawal pada Jumat pukul 17.00 wita tersangka sementara mengdekorasi bangsal pesta pernikahan sambil mengonsumsi miras jenis cap tikus, pukul 18.00 wita tersangka pulang kerumah namun saat didepan rumah korban, tersangka dipanggil oleh korban untuk mampir dirumahnya.

“iya sesuai penjelasan tersangka, saat dipanggil korban dirinya pun mengiyakan sambil duduk di rumah korban,”kata Kapolsek setelah memeriksa tersangka, kepada manadonews.co.id, Senin (12/2) di polsek Likupang

Lebih lanjut, korban yang juga sudah dalam pengaruh alkohol meminta tersangka untuk membelikannya minuman keras jenis cap tikus serta memberikan uang sebesar Rp.10.000 kepada tersangka dengan nada paksaan.

Baca Juga:  Besaran THR Pimpinan dan Pegawai Non PNS Pada Lembaga Non Struktural

“Karena merasa tersinggung dan merasa dianggap enteng oleh korban serta mengeluarkan kata Potong “Kita potong pa ngana” serta korban mengambil parang, tersangka langsung lari kerumahnya,” tutur Kapolsek.

Lanjutnya, melihat korban mengambil parang tersangkapun lari kerumahnya, bukanya bersembunyi malah terasa justru mengambil parang dan menemui korban dijalan.

“Dalam kejadian tersebut, setelah keduanya bertemu dijalan, korbanpun langsung membacok tersangka. Sambil menghindar tersangka langsung memotong tangan korban’ hingga parang yang dipegangn korban terjatuh. Saat korban’ berusaha mengambil parangnya yang jatu tersangka kembali memotong kepala korban serta bagian kaki dan tangan korban,”tuturnya.

Merasa kesakitan korban langsung beteriak minta tolong, sementara tersangka langsung melarikan diri, sementara parang yang digunakan tersangka langsung diambil Kepala jaga (palak)

“Dari pemeriksaan terhasap tersangka, dikatakannya Ia masih memendam sakit hati, dikarenakan Pada tahun 2001 dirinya pernah dipotong oleh korban ditangan kiri tapi hal itu tidak dilaporkan ke pihak yang berwajib,” tutur pelaku saat diperiksa Polsek Likupang.

Tersangka sempat melarikan diri, namun tidak lama kemudian kami langsung melakukan pencarian dan langsung menggerebek tersangka Pada hari Sabtu (10/2) pukul 01.00 wita di Desa Pinenek Likupang Timur.(aso)

Baca Juga:  Sebanyak 15 Desa Se-Kota Kotamobagu Sudah Mencairkan Anggaran DD Tahap III

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *