Paniki Berdarah, Polres Minut Amankan 13 Tersangka Pembunuhan Serta Barang Bukti 7 Sajam

oleh

AIRMADIDI, MANADONEWS – Dengan Sigap Polisi Resort (Polres) Minahasa Utara (Minut) menangkap 13 pelaku serta barang bukti senjata tajam (Sajam) kasus pembunuhan sadis di Desa Paniki Atas Kecamatan Talawaan. Kena pasal berlapis pasal 170, 351, 338, dan 340 dengan ancaman seumur hidup paling kurang 20 tahun penjara, Senin (19/2) di ruangan Polres Minut.

Saat Press Release, Kapolres Minut AKBP Alfaris Pattiwael SIK MH dan Wakapres Kompol Dewa Made Palguna menjelaskan, kasus Paniki Atas Berdarah yang terjadi kemarin Minggu (18/2), 22.30 wita.

“Berkat kerja keras tim gabungan Reskrim Polres Minut, Polsek Dimembe dan tim Resmob Polresta Manado, kita telah mengamankan 13 pria yang diduga kuat terlibat dalam kasus pembunuhan kepada seorang pria bernama Tedy Emor, 35, Warga Desa Paniki Atas, Jaga V, Kecamatan Talawaan, di jalan Perum Villa Mutiara Desa Paniki Atas, Jaga V, Kecamatan Talawaan, Minut, (18/2), sekitar Pukul 22.30 Wita,” beber Pattiwael.

Lanjut Kapolres, korban mengalami luka tusukan dibagian lambung kanan menembus bagian lambung kiri dengan menggunakan senjata tajam (sajam) jenis pisau.

Baca Juga:  Diduga "Calo" Bergentayangan Di PMD Minsel

“Kasus pembunuhan pada 18 Februari 2018 sekira Pukul 22.30 Wita, korban Tedy Emor meninggal dunia dengan luka tusukan dibagian lambung, diduga dilakukan oleh 13 pria dibelakang kami ini,” ujar Kapolres Minut, AKBP Alfaris Pattiwael.

Menurut dia, dimana ada dua korban yakni Teddy dan Arel Rorong, 28, Warga Desa Paniki Atas Jaga VII, Kecamatan Talawaan, Minut. Namun, Arel sendiri hingga saat ini masih dalam perawatan di rumah sakit.

“13 pelaku sudah kami amankan dan dalam penyelidikan lebih lanjut, bisa saja bertambah tersangkanya.
Para pelaku teraaamcaam Pasal 340 tentang pembunuhan berencana,,junto 351, tentang penganiayaan berat,” ujar Pattiwael.

Adapun motif pembunuhan tersebut, kata Kapolres, semata karena dendam dan kriminal murni. “Untuk sementara (hasil penyelidikan), kita katakan motifnya karena dendam dan kriminal murni. Sebab masih akan ada proses penyidikan dan olah TKP. Namun kmi berkarap, masyaralat untuk tidak terpancing isu dan informasi tak jelas. Untuk pemberi informasi juga, kami harap jangan menciptakan info memyimpang, mengingat kasus ini sudah berada ditangan polisi,” pungkas Pattiwael.(aso)

Baca Juga:  Ribuan Turis Kunjungi Sulawesi Utara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *