Pemkab Bolmong Segera Bahas Pembagian Royalty JRBM

  • Whatsapp

Bupati Bolmong, Yasti Soepredjo Mokoagow, ( foto/mn)

 

Bacaan Lainnya

BOLMONG,MANADONEWS,-.Masalah royalti JRBM antara Pemkab Bolmong dan Bolsel kembali akan dibahas dalam pertemuan yang akan dilaksanakan pada Selasa (27/2). Dari Pemkab Bolmong akan langsung dihadiri oleh Bupati Yasti Soepredjo Mokoagow.

“Sesuai undangan tim pemkab yang dipimpin langsung Ibu Bupati besok akan menghadiri pembahasan terkait royalty PT JRBM bersama Kemendagri,”ujar Kabag TUP Parman Ginano, Senin (26/2).

Ditambahkan, tim pemkab akan melakukan pertemuan untuk membahas mengenai royalty tersebut.

“Dokumen yang dibutuhkan sudah disiapkan dengan lengkap. Komitmen ibu bupati untuk mempertaruhkan apa yang menjadi hak rakyat Bolmong sangat jelas. Bahkan darah sekalipun akan dia pertaruhkan guna memperjuangkan hak ribuan rakyat Bolmong tersebut,” katanya.

Diketahui, pada beberapa waktu lalu Bupati Yasti mengaku, bahwa dirinya langsung menelusuri Dana Bagi Hasil (DBH) Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBK) dari PT JRBM dan mendapati ada yang dengan sengaja merampok hak dari rakyat Bolmong.

Baca Juga:  Wagub Sulut Silaturahmi di Kediaman Bupati Bolmong

Padahal cukup besar DBH PNBP dari PT JRBM untuk Kabupaten Bolmong sebagai daerah penghasil. Sebagaimana tertuang dalam surat yang ditandatangani Sekjen Kementerian ESDM M Teguh Pamujdi atas nama Menteri ESDM, dengan nomor 5266/84/SJN.K/2017 tertanggal 7 Juli 2017 yakni sebesar Rp 28 Miliar lebih.

Sementara untuk Bolsel sebagai daerah tetangga, hanya mendapatkan Rp 5 Miliar. Begitu juga daerah tetangga lainnya seperti Boltim dan Kotamobagu juga dapat DBH sebagai daerah tetangga. Surat tersebut ditujukan kepada Menteri Keuangan melalui Dirjen Perimbangan Keuangan untuk penyaluran dana dimaksud.

“Saya heran tiba-tiba ada yang main belakang. Diam-diam ada yang mengurus DBH PT JRBM di Kementerian ESDM tetapi hanya ke pejabat level bawah. SK tertanggal 7 November yang ditandatangani Kepala Biro Keuangan atas nama Sekjen, untuk meralat surat sebelumnya. Bolmong hanya ditetapkan sebagai daerah tetangga dengan DBH sekira Rp 5 MiIiar lebih. Inikan aneh,” ungkapnya.

Dijelaskannya, saat ini yang menjadi fokus pemkab adalah meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bolmong yang bisa dibilang sangat rendah. Sebelum terpilih jadi Bupati Bolmong, dia sering mempertanyakan terkait DBH PT JRBM ini. Kerana menurutnya, wilayah PT JRBM jelas-jelas ada di Bolmong.

Baca Juga:  Walikota beri pendapat tentang perumahan kumu.

“Sejak PT JRBM hadir di Bolmong, semua surat-suratnya dikeluarkan oleh pemerintah Kabupaten Bolmong. Bukan Bolsel. Tapi hasilnya selalu masuk di Bolsel, saya sudah menduga dari awal pasti ada yang tidak benar,” jelasnya.

Ia pun menegaskan, dengan menjelang pesta demokrasi Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 mendatang, pihaknya mengimbau kepada kepala daerah lain yang datang ke Bolmong untuk kepentingan politik pribadinya, agar menyampaikan yang benar kepada masyarakat.

“Jangan ikut campur urusan pemerintah Bolmong. Pejabat luar daerah yang datang ke Bolmong ada aturannya. Tidak bisa seenaknya apalagi sampai menyebar berita fitnah di tengah masyarakat yang cenderung memojokkan pemerintah Bolmong,” tegasnya.

“Saya tidak mau hak rakyat Bolmong dirampok. Saya juga meminta kepada para Camat agar menyebarkan SK dari Kementerian ESDM terkait royalti JRBM, supaya semua rakyat Bolmong mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Camat juga harus memberbanyak SK DBH Pemkab Bolmong dan menyebarkannya ke tiap Sangadi,” bebernya.

Diketahui yang akan pergi bersama bupati yakni, Wakil Bupati Yanny Ronny Tuuk, Asisten I Derek Panambunan, Asisten II Yhuda Rantung, Bagian Hukum, Bagian Tapem dan Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPT-SP).

Baca Juga:  Berkomitmen Membangun Kota Manado, RPM Daftar Bacalon Walikota Manado di PAN

(stvn)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *