AIRMADIDI, MANADONEWS – Untuk membantu Pelaku Industri Menegah (IKM). Maka, Dinas Perindustrian Kabupaten Minahasa Utara (Minut) adakan pelantihan IKM non formal, sekaligus pelantikan 25 orang pelaku IKM. Dengan materi tentang teknologi sederhana pembuatan arang tampurung, Rabu (28/2) dikantor balai Desa Tountalete Rok-Rok kecamatan Kema.
Kadis Perindustrian Minut Royke Kodoati menjelaskan program pelatihan ini sebagai upaya menunjang visi dan misi Bupati Minut Vonnie Aneke Panambunan (VAP) untuk membangun di bidang industri. Sesuai data, sekitar 3000 kelompok IKM formal maupun non formal di Minut akan menjadi sasaran pembinaan.
Dalam pelatihan ini peserta dilatih untuk meguasai teknologi sederhana pengelolaan arang tempurung yang bisa mengangkat ekonomi warga melalui usaha home industri atau industri rumahan. Nantinya di tahun 2019 akan digelar kegiatan pola pengembangan dari Kementrian Desa. Oleh karenanya IKM di Desa ini dibangun agar supaya bisa menunjang kegiatan tersebut.
“Pelatihan ini dimaksud untuk meningkatkan ekonomi rumah tangga melalui home industri, penguatan kelompok kelembagaan IKM. Desa Tountalete Rok-Rok dipersiapkan untuk pembangunan sentra industri pada tahun 2020, sehingga mulai dari sekarang kami berusaha melakukan penguatan ke kelompok IKM. Untuk langkah awal kita mulai dengan arang tempurung karena dengan profesi warga desa yang cukup banyak sebagai petani kelapa di desa ini maka banyak tersedia bahan baku,” jelas Kodoati didampingi Sekretaris Dinas Perindustrian Usman.
Lanjut, menurut Kodoati, semua produk turunan kelapa menjadi target pegolahan sentra industri nanti.
“Buka hanya arang tempurung, tapi semua produk turunan kelapa akan digarap menjadi industri yang punya nilai ekonomis. Saya menghimbau warga Minut khususnya Desa Rok-Rok pemilik lahan kelapa agar jangan menebang kelapa baik yang kurang produktif, apalagi yang masih produktif, karena kelapa adalah salah satu ikon di Minut,” tukas Kodoati.
Sementara itu Hukum Tua Desa Tountalete Rok-Rok berharap kedepan pemerintah terus memperhatikan IKM ini agar bisa terus eksis dan menghasilkan bagi perekonomian warga.
“Saya berharap ini bisa berlanjut untuk kemajuan desa dan bisa membuka lapangan kerja bagi warga masyarakat Desa Tountalete Rok-Rok. Demikian pula untuk sentra industri yang menurut rencana akan dibangun di desa ini semoga terlaksana karena lahan seluas 1 hektar memang telah tersedia. Karena desa kami dengan 110 kepala keluarga (KK) dan 420 jiwa mayoritas pekerjaan mereka adalah petani,” ujar Pelengkahu yang adalah mantan Kaur Umum Desa Tountalete Rok-Rok.
Pelatihan ini akan dilaksanakan selama 2 hari, untuk hari pertama peserta menerima materi yang terdiri dari teori pembuatan arang tempurung. Sedangkan pada hari yang kedua peserta akan mempraktekan bagaimana penerapan teknologi tersebut.(aso)












