Rawung Ajak Warga Bitung “Diet Kantongan Plastik”

BITUNG,MANADONEWS- Usai melaksanakan ibadah pagi ketua TP-PKK Kota Bitung Dra Khouni Lomban Rawung mengunjungi pasar tradisional Winenet Kecamatan Aertembaga Kota Bitung (2/3).

Kabag Humas dan Protokoler Pemkot Bitung Pingkan Kapoh kepada media ini mengatakan bahwa dalam kunjungannya ke pasar tradisional itu melaksanakan aktivitas berbelanja Bawang Rica Tomat (Barito) layaknya para pengunjung pasar lainnya.

Dikatakannya ada menarik saat ketua TP-PKK itu berbelanja menolak ketika pedagang menyodorkan kantongan plastik untuk bahan belanjaanya sebaliknya menggunakan tas daur ulang yang telah dia siapkan sebelumnya.

Kepada para pedagang Rawung menjelaskan dengan ramah bahwa Pemerintah Kota Bitung bersama TP-PKK Kota Bitung telah mencanangkan gerakan “Diet Kantong Plastik” yang bertujuan untuk mengurangi tumpukan sampah plastik.

“Plastik memang musuh lingkungan yang belum banyak diketahui orang. Kalaupun tahu, kebanyakan memilih untuk tidak peduli atau pura-pura tidak tahu. Wajar saja, kantong plastik yang selalu diberi gratis saat berbelanja memang menawarkan kepraktisan untuk membawa bawang belanjaan,namun di balik kemudahan itu, plastik menyimpan bahaya yang menyeramkan. Bahan-bahan plastik kebanyakan mengandung racun yang tak hanya merusak tanah, tapi juga organ tubuh manusia” jelas Rawung

Baca Juga:  Pimpin Ikatan Bantik Indonesia, Ini Tekad Chris Rumansi

Dia mengatakan bahwa ketika dibuang, kantong plastik ini butuh waktu ratusan tahun agar bisa diurai tanah,dalam kurun waktu yang panjang itu plastik akan mencemari tanah.
“Dengan membawa tas belanja sendiri selain dapat mengurangi penumpukan sampah plastik yang ada juga sebagai sarana sosialisasi untuk mengajak masyarakat Selamatkan Yaki” tutur Duta Yaki tersebut sembari memperlihatkan logo” Selamatkan Yaki” yang ada ditas belanjanya

Dalam kesempatan itu Rawung juga terlihat aktif menyampaikan hal yang sama kepada penjual lain tentang pentingnya diet tas plastik serta berpesan untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan tempat mereka berjualan.(Nando)

Pos terkait