AMI Kecam Keras Bom Bunuh Diri di Surabaya

Donnal Taliwongso (Ketua AMI Sulut) dan Ketua Umum PB AMI, Al Ghazali Musa’ad

PALU, Manadonews.co.id – Anak Muda Indonesia (AMI) mengecam aksi pengeboman tiga gereja di Surabaya, Minggu (13/5). “AMI mengutuk keras pelaku pengeboman di tiga Gereja di Surabaya,” ujar Ketua Umum PB AMI, Al Ghazali Musa’ad, Minggu  (13/05) di Palu usai sidang pleno Rapat Pimpinan Nasional  (RAPIMNAS) di Palu.

Dikatakan Musa’ad, pihaknya akan membekali penanganan teroris pada anggota-anggota. “Agar tidak terjadi lagi kejadian seperti yang terjadi di Surabaya tadi pagi,” tambahnya.
Diketahui, terjadi ledakan bom di beberapa titik. Masing-masing, Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela, pukul 07.30 WIB, di GKI Jalan Diponegoro pukul 07.35 WIB, dan Gereja Pantekosta Jalan Arjuna pukul 08.00 WIB pada Minggu (13/5) Surabaya.

Bacaan Lainnya

Bom tersebut diketahui melekat pada rompi yang dikenakan oleh dua wanita terduga pelaku pengeboman. Terakhir korban jiwa bertambah menjadi 10 korban jiwa, salah satunya masih berumur 11 tahun. Ketua Umum Pengurus Wilayah AMI Jawa Timur, Hani Fidyanto menyampaikan bahwa terorisme dan segala produk serta tingkah lakunya, bukanlah produk dari ajaran Agama apapun.

Baca Juga:  Caroll Senduk: Banyak selamat untuk Pak Jonru

“Teroris ialah perilaku menyimpang dari kelompok ber-Ideologi ‘Munafik’. Dimana tindakan dan ucapan sama sekali tak mencerminkan sebagai manusia,” tegas Fidyanto.
Dia mengajak agar segala lapisan masyarakat di Indonesia untuk menggalang kebersamaan, mempererat persatuan, guna menangkal perpecahan.

“Marilah kita bersama bergandengan tangan sebagai Anak Muda Indonesia untuk mengawal ke-Bhinekaan dalam marwah ber-Bangsa dan ber-Negara. Hindari isu-isu sosial berbau Sara,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Wilayah AMI Sulawesi Utara Donald Taliwongso mengimbau kepada generasi muda khususnya yang ada di Sulut agar tidak mudah terprovokasi dengan aksi pengeboman di Surabaya.

“Mari kita percayakan penanganan aksi biadab pengeboman di Surabaya itu ke aparat keamanan. Tidak ada ajaran agama mana pun di dunia ini untuk membunuh satu dengan yang lain. Tindakan ini diluar batas kemanusiaan, dan yang bisa melakukan itu hanya teroris. Mari kita doakan jiwa jiwa yang sudah mendahului kita agar diterima di sisi kanan Alla Bapa di Surga,” pungkasnya.

Pos terkait