Scroll untuk baca artikel
Berita TerbaruBerita UtamaNusa UtaraPilihan RedaksiPolitikTalaud

WELLY TITAH – HEBER PASIAK: Melayani Bukan untuk Dilayani

31
×

WELLY TITAH – HEBER PASIAK: Melayani Bukan untuk Dilayani

Sebarkan artikel ini

TALAUD, MANADONEWS –
“Hidup ini adalah kesempatan. Hidup ini untuk melayani Tuhan. Jangan sia-siakan, apa yang Tuhan beri. Hidup ini harus jadi berkat. Tuhan pakailah hidupku. Selagi aku masih kuat. Bila saatnya nanti, Ku tak berdaya lagi, Hidup ini sudah jadi berkat”.

Berikut isi syair lagu “Hidup Ini Adalah Kesempatan”. Lagu ciptaan Pdt. D. Surbakti, yang sering kali dinyanyikan Calon Bupati Talaud, Welly Titah dalam beberapa kesempatan, saat menghadiri acara maupun kegiatan kampanye terbatas serta tatap muka dialogis.

MANTOS

Melihat situasi dan arah kepemimpinan saat ini, Poka sapaan akrab WT bersama Heber Pasiak berkomitmen memegang amanah 5 tahun kedepan.

Dan dengan spontan, pasangan ber-jargon jujur, sederhana, berkomitmen ini akan menjadi pemimpin yang melayani rakyat bukan dilayani.
“Kami ingin menjadi pemimpin yang dekat dengan rakyat, pemimpin yang melayani rakyat bukan pemimpin yang ingin dilayani oleh rakyat. Kami berjanji setulus hati, jika nanti terpilih maka akan kami terapkan sistem kepemimpinan yang melayani rakyat bukan dilayani oleh rakyat,” terangnya.

Alasannya kenapa, karena pemimpin dipilih oleh rakyat untuk mewujudkan kebutuhan mereka. Pemimpin sebagai pelayan atau servant leadership mempunyai tujuan utama melayani kepentingan mereka yang dipimpinnya.
“Orientasinya menjadi pemimpin bukanlah untuk kepentingan pribadi atau golongan, namun lebih kepada kepentingan publik yang dipimpinnya, bukan sebaliknya rakyat melayani pemimpin, itu namanya otoriter,” tegas Welly Titah.

Ia menambahkan, tidak ada kunci lain menjadi pemimpin yang baik dan dicintai rakyat selain melayani dan menjadi hamba bagi rakyat.

“Sejauh mana ukuran bisa memimpin rakyat ? ialah sejauh kita mau berkorban bagi rakyat, sejauh itu pula rakyat akan mencintai pemimpinnya,” tuturnya.

Hal senada diungkapkan Calon Wakil Bupati Heber Pasiak. Menurutnya ketika rakyat menegur dan mengingatkan dengan cara rakyat, sebagai pemimpin harus loyal dan bisa mengintrospeksi diri selaku pemimpin.

“Dimarahi rakyat, itu adalah hal yang lumrah, itu sebuah teguran berarti ada yang salah dengan kita. Kewajiban kita menerima dan memperbaiki kesalahan atau kekurangan. Siap menerima teguran, siap menerima masukan demi kemajuan Talaud yang kita cintai ini, karena kita adalah pelayan masyarakat, pelayan rakyat,” katanya.

Politisi PDI Perjuangan ini menambahkan, komitmen pemimpin yang melayani adalah meletakkan diri menjadi pelayan rakyat. Dan dirinya siap menerima segala macam cemoohan dan kemarahan serta tidak membuat jarak antara pemimpin dengan rakyat.

“Ini bukanlah hal yang mudah, menjalankan amanah sesuai dengan yang diharapkan. Namun kami akan berusaha untuk tidak menjadi sombong, tidak butuh disiapkan karpet merah dan sebagainya,” beber dia.

Lanjut Heber, pihaknya harus mampu menciptakan sistem pelayanan yang membuat rakyat menjadi agent of change (Agen Perubah) untuk berjuang bersama bagi keberhasilan bersama dalam kelompok atau masyarakatnya sehingga mampu mengantarkan Talaud sejahtera.

Sementara itu, Antonius Tucunan, salah satu kader PDI Perjuangan Talaud mengatakan, dirinya sudah melihat sikap santun dan karakter rendah hati serta gaya kepemimpinan ada dalam jiwa Welly Titah-Heber Pasiak. “Saat ini, masyarakat Talaud sangat merindukan pemimpin yang melayani bukan dilayani. Pemimpin yang siap mensejahterakan rakyat, pemimpin yang akan membawa Talaud lebih baik dari sekarang.
“WT-HP akan menjadi pemimpin yang melayani bukan di layani. Bupati bukan raja, Bupati bukan ratu, Bupati bukan Bos akan tetapi Bupati adalah pelayan rakyat,” tandasnya.

(YOUNGKY).

Yuk! baca berita menarik lainnya dari MANADO NEWS di GOOGLE NEWS dan Saluran WHATSAPP Tumeles.com - Topup Game, Pulsa & Belanja Kebutuhan Harian di Manado