Sompotan mita warga bangga dengan pencapaian kinerja WTP oleh pemkot Tomohon.

Wakil walikota.

Tomohon manadonews.co.id.

Wakil Wali Kota (Wawali) Syerly Adelyn Sompotan (SAS) menghadiri Rapat Paripurna DPRD Dalam Rangka mendengarkan Penjelasan Wali Kota mengenai Ranperda Tentang Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2017 Kota Tomohon di Ruang Sidang Paripurna Kantor DPRD, Senin (25/6).

Wawali SAS pun membacakan sambutan Wali Kota Jimmy Feldie Eman SE Ak pada sidang yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Tomohon Ir. Miky Junita Linda Wenur didampingi Wakil Ketua Youdy Y. Moningka, SIP tersebut.

Mengutip sambutan Wali Kota, Syerly, sapaan keseharian Wawali SAS mengungkapkan eksekutif dan legislatif pantas patut berbangga karena laporan keuangan pemerintah daerah (Pemda) Kota Tomohon tahun anggaran 2017 memperoleh opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari BPK RI.

Penghargaan di bidang pengelolaan keuangan ini merupakan prestasi yang membanggakan bagi jajaran pemerintah dan masyarakat Kota Tomohon.

“Sejak bergulirnya reformasi maka transparansi dan akuntabilitas merupakan prinsip yang sangat penting untuk ditegakkan dalam pemerintahan termasuk pengelolaan keuangan daerah dalam rangka terciptanya tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih atau good and clean governance,” ujar Wawali.

Baca Juga:  Harapan Presiden Klub Sulut United Bisa Bertahan di Liga 2

Syerly menjelaskan, capaian kinerja keuangan pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon diukur dari realisasi anggaran pendapatan dan belanja daerah sebagaimana peraturan daerah nomor 6 tahun 2014 tentang APBD Kota Tomohon tahun anggaran 2017 dan peraturan daerah nomor 2 tahun 2017 tentang perubahan APBD tahun anggaran 2017.

Penyusunan ranperda pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun anggaran 2017, lanjut dia, merupakan implementasi dalam penerapan format struktur APBD sebagaimana diatur dalam peraturan pemerintah nomor 71 tentang standar akuntansi pemerintahan.

Standar tersebut, katanya, terdiri dari laporan realisasi anggaran (LRA), laporan perubahan saldo anggaran lebih (LP-SAL), laporan operasional (LO), Neraca, laporan arus kas (LAK), laporan perubahan ekuitas (LPE) dan Catatan atas laporan keuangan (CALK).

Syerly juga memaparkan garis besar laporan pelaksanaan APBD atau laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD) Kota Tomohon tahun anggaran 2017 sebagai berikut.

Ia mengungkapkan, pendapatan pada tahun 2017 pendapatan daerah dianggarkan sebesar Rp. 643.131.932.003,00 dengan realisasi sebesar Rp. 636.874.853.527,00 atau sebesar 99,02%.

Perinciannya,  sebagai berikut, Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada tahun anggaran 2017 pendapatan asli daerah (PAD) dianggarkan sebesar Rp 37.221.877.000,00  realisasi sebesar Rp. 34.179.972.643, atau sebesar 91,82 %.

Baca Juga:  SWM: Makagansa - Silangen Pantas Pimpin Sangihe 5 Tahun ke Depan

Pendapatan Transfer pada tahun anggaran 2017 pendapatan transfer dianggarkan sebesar Rp 602.340.055.003,00 dengan realisasi sebesar Rp. 600.694.880.884, atau 99,72%.

Lain-lain Pendapatan Daerah Yang Sah pada tahun anggaran 2017, lain – lain pendapatan daerah yang sah yang terdiri dari pendapatan hibah dan pendapatan lainnya dianggarkan sebesar Rp  3.570.000.000,00 dengan realisasi sebesar Rp. 2.000.000.000 atau 56.02%.

Belanja Pada tahun anggaran 2017 belanja daerah pemerintah daerah Kota Tomohon dianggarkan sebesar Rp. 714.360.223.631,00 dengan realisasi sebesar Rp. 644.952.003.424, atau sebesar 90,28 %.

Perincian biayanya adalah sebagai berikut, Belanja Operasi pada tahun anggaran 2017 belanja operasi dianggarkan sebesar Rp. 480.522.876.020, dengan realisasi sebesar Rp. 441.433.360.615,00 atau sebesar 91,00 % Belanja Modal pada tahun anggaran 2017 belanja modal dianggarkan sebesar Rp. 232.037.347.611,00 dengan realisasi sebesar Rp. 203.484.565.503,00 atau sebesar 87.69 % .

Belanja Tak Terduga pada tahun anggaran 2017 belanja tak terduga dianggarkan sebesar Rp. 1.800.000.000,00 dengan realisasi sebesar Rp. 34.077.306,00 atau sebesar 1.89 %.

Transfer Bantuan Keuangan pada tahun anggaran 2017 transfer bantuan keuangan dianggarkan sebesar Rp. 1.558.804.794,00 dengan realisasi sebesar Rp. 1.558.804.794,00 atau sebesar 100 %.

Baca Juga:  Dua Gol Herie Lontoh Bungkam Persmin Minahasa 2-0 di Laga Amal

Berdasarkan penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa terjadi efisiensi dan penghematan atas belanja operasi dan belanja modal. Untuk mencapai arah belanja daerah maka perlu difokuskan penyusunan kebijakan untuk pencapaian. (robby lumi)

 

Pilgub 9 Desember 2020


Siapakah Gubernur Pilihan Anda?
1010 votes

This will close in 10 seconds