Masuki Tahap Persidangan, Kasus Tembok Pantai Ranoiapo Dinilai Terkesan Dipaksakan

oleh
Jpeg

MINSEL, MANADONEWS – Kasus dugaan korupsi Pembangunan Darurat Tembok Pantai di Kelurahan Ranoiapo, Amurang, Minsel yang telah memasuki tahapan persidangan semakin menarik saja untuk diikuti.

Proses penanganannya pun dinilai banyak kejanggalan. Selain ada dugaan kriminalisasi, pada tahapan proses persidangan juga dinilai terkesan dipaksakan.

Pengacara para tersangka Antonius. T. Hurit menyesalkan apa yang dilakukan oleh Kajari Minsel Lambok Sidabutar.

“Saya sebagai pengacara menyesalkan perlakuan Kajari Minsel Lambok Sidabutar yang terkesan dipaksakan dan tidak sesuai aturan,” geram Hurit.

“Dimana sesuai Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) pasal 143 ayat 4 intinya penyampaian surat dakwaan harus di waktu yang sama dengan pelimpahan berita acara. Sementara pada saat tersangka dijemput surat dakwaan belum diberikan,” jelasnya lagi.

Selain itu pemberitahuan sidang, baru diterima pada Rabu 25 juli 2018. Sedangkan sidang dilaksanakan 26 Juli 2018.

“Itu sudah bertentangan dengan KUHAP pasal 143-146 dan itu jelas-jelas melanggar aturan. Maka sebagai pengacara kami melihat kasus ini terkesan dipaksakan,” ujar Antonius.

Selain itu saat akan menjalani persidangan perdana Kamis (26/7), pihak kejaksaan Negeri Amurang dipimpin langsung Kajari Lambok Sidabutar SH, bikin heboh saat menjemput tiga tersangka masing-masing, HK alias Hen dan SP alias Stev serta CW alias Chris di Rumah Tahanan Malendeng.

Penjemputan tiga tersangka disinyalir diperlakukan secara berlebihan dengan menggunakan mobil pribadi dan langsung digiring ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Ketiga tersangka dipaksa menuju Pengadilan tanpa persiapan dan hanya mengenakan kaos oblong dengan sendal jepit. Selanjutnya menuju ke Pengadilan Tipikor.

“Kami menyesalkan tidakan Kejari Amurang yang memperlakukan tersangka tidak manusiawi, ” ujar keluarga tersangka melalui Penasehat Hukum Antonius Thehurit SH.

Menanggapi hal itu, Kajari Minsel Lambok Sidabutar mengaku telah menyampaikan ke majelis hakim bahwa salinan dakwaan telah diberikan ke para terdakwa.

“Semuanya dilakukan sesuai prosedur,” tutur Lambok Sidabutar singkat.

(DArK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *