Berita TerbaruBerita UtamaPilihan RedaksiTomohon

Walikota matangkan kejuaraan Bola Voli Kapolda Cup.

×

Walikota matangkan kejuaraan Bola Voli Kapolda Cup.

Sebarkan artikel ini

Tomohon manadonews.co.id

Wali Kota Tomohon Jimmy Feidie Eman SE Ak berkunjung di Mapolda Sulawesi Utara (Sulut), Jalan Bethesda Manado, Jumat (31/8).

MANTOS

Wali Kota Eman pun diterima langsung oleh Kapolda Irjenpol Drs Bambang Waskito, di ruang kerjanya.

Wali Kota Eman mengambangi Mapolda didampingi Ketua DPRD Kota Tomohon Ir Miky Junita Linda Wenur, Kasat Pol PP AKBP Nicolaas Pangemanan, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Trisye Polii SPd dan Kabag Humas dan Protokol Michael Joseph SSTP MSi.

Sementara Kapolda Waskito menerima rombongan Wali Kota Eman didampingi Kapolres Tomohon AKBP IK Agus Kusmayadi SIK dan beberapa perwira Polda Sulut.

Pertemuan yang berlangsung dialogis dan penuh kearaban tersebut membahas pematangan pelaksanaan Kejuaraan Bola Voli Kapolda Cup 2018 yang akan dirangkaikan dengan Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2018.

Wali Kota Eman menjelaskan, Kejuaraan Bola Voli ini akan digelar antarkota/kabupaten guna mencari talenta-talenta yang ada di seluruh pelosok daerah Nyiur Melambai ini  sekaligus sebagai ajang try out untuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2019.

Demi sukses kejuaraan tersebut, Wali Kota Eman mengharapkan kesediaan Kapolda Waskito yang juga Ketua Pengprov PBVSI (Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia) Sulut  sebagai Ketua Umum Panitia.

Kapolda Waskito mengapresiasi langkah Pemkot Tomohon menggelar kejuaraan bola voli antarkota/kabupaten tersebut.

Ia pun berharap sekiranya kejuaraan bola voli Kapolda Cup iti nantinya akan mampu meningkatkan nilai sportifitas, persaingan sehat dan taktik yang menarik untuk ditonton oleh masyarakat luas, sekaligus akan semakin memunculkan atlet-atlet bola voli berkelas regional maupun nasional dan internasional dari daerah ini. (robby lumi)

 

Yuk! baca berita menarik lainnya dari MANADO NEWS di GOOGLE NEWS dan Saluran WHATSAPP Gacor Shop
Berita Terbaru

Sejarah kita adalah meja perjamuan yang getir, di mana segelas visi otonomi harus diminum bersama sisa darah saudara yang tumpah, memaksa kita untuk mengenang bukan demi memuja luka, melainkan untuk…