MANADO, MANADONEWS – Predikat Kota Adipura yang disandang Kota Manado tidak lantas menjadikan ibukota Provinsi Sulawesi Utara ini bebas dari sampah.
Mirisnya lagi, penampakan sampah terlihat di hampir setiap titik.
Bahkan lebih mengejutkan lagi saat melintasi jalur Babe Palar, Rike.
Sulit dibayangkan, di dekat kediaman Wakil Gubernur Sulut, berjejer tiga sampai empat gerobak tunggal dan gerobak motor, berisikan aneka sampah.
Pemandangan itu ternyata telah menjadi keluhan di kalangan sopir angkot jurusan Karombasan-Paal Dua, pun pengemudi serta warga yang setiap hari melintas di jalur itu.
“Sebetulnya bukan masalah apabila sampah-sampah itu diangkut subuh, pun di letakkan di situ pada larut malam. Tapi faktanya, sejauh yang saya sering lihat, tumpukan sampah yang sangat bau itu, kerap diletakan pada pagi hari dan diangkut bukan pada saat subuh,” ungkap salah satu sopir angkot yang minta identitasnya off the record.
Keberadaan sampah seharian penuh, menurutnya, menciptakan aroma yang sejujurnya mengganggu konsentrasi.
Ia pun mengaku heran dengan kebijakan memarkir gerobak di tepi jalan, hampir berhadapan dengan kediaman Wagub, pun berdekatan dengan Kantor Lurah.
“Apa baunya tidak tercium sampai ke dalam rumah Wagub”? Katanya dengan dahi berkerut tanda heran.
Pantauan ManadoNews, Sabtu (15/9) sore jelang malam, ada tiga gerobak yang terparkir rapih, lengkap dengan sampah yang penuh, bahkan ada yang hanya bisa diletakkan di trotoar, entah hanya diletakkan begitu saja atau karena volume gerobak sudah tidak muat lagi.
Fian












