Bapelitbang gelar diskusi Publik

Tomohon manadonews.co.id

Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) Kota Tomohon menggelar diskusi publik dengan tajuk Tomohon Planners Club di Okoy Flower Garden (OFG) Tomohon, Rabu (26/9/2018).

Konsultasi Publik digelar untuk menampung aspirasi dan masukan dalam rangka penyusunan Revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Tomohon.

Sekretaris daerah Kota Tomohon (Sekkot) Ir Harold Vicktor Lolowang, MSc.MTh memaparkan program pembangunan sosial budaya tangguh berkelanjutan untuk mendukung pengembangan wilayah Kota Tomohon.

Lolowang mengatakan, sebagai planners atau perencana harus merencanakan kearah mana Kota Tomohon akan dibawah sesuai dengan kaidah-kaidah yang ada.

“Jadi apa yang telah disampaikan dalam konsultasi publik ini adalah masukan-masukan bagi kita di lingkup kita sebagai planners dan apa yang menjadi masukan-masukan bagi kita di Kota ini untuk pengembangan Kota Tomohon kearah depan,” katanya.

“Tentunya menurut kami ada berbagai hal yang harus ditinjau dari segi Ipolesosbud atau ideologi, Politik, Ekonomi dan Sosial budaya, serta Hankam,” sambung Lolowang.

Ia menegadkan, semuanya harus secara lengkap, sehingga apa yang menjadi perencanaan kedepan dari segala segi itu dapat dilaksanakan. Tentunya dari segi ideologi adalah konteks NKRI, dari segi politik bagaimana perkembangan politik yang ada sekarang tentunya berbeda dengan konteks politik 20 tahun yang lalu.

Baca Juga:  Natal Bersama Manajemen Sulut United dan Kelompok Suporter

Dari segi ekonomi, lanjut dia, saat ini sudah bergerak ke arah ekonomi digital dan tidak akan sama perencanaannya secara ekonomi dengan 20 tahun yang lalu. Karena ekonomi digital ini membawah nuansa sendiri. Ekonomi digital sudah merubah pola pikir ekonomi sekarang.

“Dan sosial, bagaimana kita merancangnya. Kalau di Kota Tomohon tentunya harus berpedoman pada nilai-nilai dasar tombulu. Terkait Hankam (Pertahanan Keamanan) kita sebagai planners kearah harus dibawah sesuai dengan kaidah-kaidah yang ada,” jelas Lolowang.

Sementara itu, Yenni mewakili Bappeda Sulut menyampaikan sekilas materi tentang keberadaan pembangunan, pemerintah, sosial dan budaya.

“Kami dari Bappeda Provinsi Sulut mengapresiasi Bapeltbang Kota Tomohon yang sudah melaksankan kegiatan ini,” ujarnya.

Yenni menyarankan sebelum kita masuk ke Musrenbang Kota/Desa sebaikanya diadakan kegiatan seperti ini, karena agak lebih leluasa kita menyampakan aspirasi dalam rangka pengembangan Kota Tomohon.

“Saya sudah berkeliling ke Bapelitbangda se-Sulut dan baru di Kota Tomohon yang ada kegiaan seperti ini,” ungkap Yenni.

Kepala Bapelitbang Kota Tomohon Ir Ervinz Liuw MSi mengatakan, Tomohon Planners Club ini merupakan ajang untuk berpikir guna pengembangan Kota Tomohon ke depan. “Lewat forum ini akan ditampung masukan dan aspirasi dari semua pihak yang nantinya dimasukkan ke dalam RKPD Kota Tomohon,’’ tandas Liuw.(robby lumi)

Baca Juga:  WHO; Untuk Berantas Wabah Zika Dibutuhkan US$122 juta