TONDANO, MANADONEWS – Pihak keluarga almarhum Handry Singkoh alias Menix (56), warga Kiniar Kecamatan Tondano Timur, yang ditemukan sudah terbujur kaku di gubuk kebun miliknya, Jumat (12/10), menolak untuk dilakukan otopsi.
“Keluarga menyatakan kematian korban adalah mati wajar karena sakit,” terang Kapolres Minahasa AKBP Christ Pusung, SIK melalui Kasub Humas AKP Hilman Rohendi via rilis.
Keputusan keluarga, kata Hilman, sesuai juga dengan keterangan pihak RSU Samratulangi Tondano.
“Menurut dokter Kartika Masloman, tidak ditemukan tanda – tanda kekerasan. Kemungkinan korban meninggal karena serangan jantung,” tukasnya.
Sebelumnya korban yang kesehariannya bekerja sebagai nelayan ditemukan oleh kedua adiknya, Vence Singkoh dan Hiskia Singkoh, sudah tak bernyawa dengan posisi terlentang di gubuk kebun milik korban, di perkebunan Toulumuten Taler.
Korban dicari setelah tidak pulang rumah selama dua hari sejak Rabu (10/10).
Usai ditemukan, kedua saksi menghubungi petugas dan Tim Sat Reskrim Polres Minahasa langsung turun ke TKP
Yunita












