Pengembangan Kopi Organik Dipusatkan di Desa Bilalang

Ramjan Mokoginta

MANADONEWS, KOTAMOBAGU- Desa Bilalang I dan II Kecamatan Kotamobagu Utara, ditetapkan sebagai pusat pengembangan jenis kopi organik Kota Kotamobagu.

Ramjan Mokoginta selaku Kepala Bidang Tanaman Pangan Holtikultura dan Pekebunan Kota Kotamobagu mengatakan, Desa Bilalang 1 dan 2 saat ini tengah menjadi fokus pemerintah dalam mengembangkan tanaman kopi organik.

“Ini adalah program pencanangan desa pertanian organik ini seluruh Indonesia. Kalau kotamobagu dapat dua desa untuk pertanian organik, itu bilalang 1 dan 2. Kopi yang di Bilalang itu sementara proses sertifikasi organik,” kata Ramjan, Jumat (19/10/2018).

Ia juga mengatakan ada beberapa tahapan untuk mendapatkan sertifikat kopi organik, diantaranya dengan tidak menggunakan pupuk kimia.

“Untuk mendapatkan sertifikat kopi organik tidaklah mudah sebab, penanganan terhadap tanaman kopi tersebut, harus benar benar tidak menggunakan bahan kimia. Nah, kalau kopi di bilalang itu, sudah melewati tiga tahapan dan tinggal penilaiaan apakah layak atau belum untuk mendapatkan sertifikat itu, karna nantinya ada tim penilai yang akan turun untuk menilai apakah kopi itu sudah benar-benar organik,” ujarnya.

Baca Juga:  Gerakan Sosial JRK! Ratusan Warga Antusias Ikut Pemeriksaan Mata

Lanjutnya, apabila kopi Bilalang dinyatakan lulus sertifikasi, Artinya kopi tersebut sudah mempunyai legalitas untuk diekspor ke luar negeri, mengingat kebutuhan kopi di tingkat nasional maupun   internasional sangat besar.

“Kalau sudah ada sertifikasi layak ekspor, pasar kopi internasional akan terbuka lebar. Karena saat ini pertanian yang menggunakan bahan pestisida atau kimia sudah menggunakan cara organik semua,” jelasnya.

Harapannya, untuk menangkap peluang peluang ekspor kopi kotamobagu maka dengan ini kopi bilalang harus bisa lulus sertifikasi kopi organik.

“Lahan yang akan disertifikasi sebesar 55 hektare, mudah mudahan tahun depan kopi kita lulus sertifikasi,”pungkasnya. (MLS)