Empat Tahun Diam atas Serangan Isu, Jokowi Akhirnya Buka Suara

Presiden Jokowi bertemu dengan Ketua Umum Pemuda Pancasila Yapto SP saat menghadiri Pembukaan Jambore Bela Negara FKPPI, di Bumi Perkemahan, Ragunan, Jakarta, Jumat (7/12) siang. (Foto: Humas Setkab/Agung)

JAKARTA, MANADONEWS – Banyaknya isu yang menyerang Presiden Joko Widodo (Jokowi), antara lain, menyebutkan dirinya anggota Partai Komunis Indonesia (PKI), bahkan mulai disertai spanduk-spanduk membuat orang nomor satu di negeri ini angkat suara.

“Saya sudah 4 tahun ini sabar, sabar, sabar. Saya diam, enggak menjawab apa-apa, saya diam. Tetapi sekarang saya harus menjawab,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada pembukaan Jambore Kebangsaan Bela Negara Keluarga Besar FKPPI, di Bumi Perkemahan Ragunan, Jakarta, Jumat (7/12) siang.

Bacaan Lainnya

Lanjutnya, PKI itu dibubarkan tahun 1965-1966. Sementara dirinya lahir tahun 1961. Dengan demikian, saat PKI dibubarkan dirinya masih berusia 4 tahun. Ia mempertanyakan isu tersebut, apakah ada balita PKI?

“Cara-cara berpolitik yang tidak beretika seperti itu harus dihentikan. Itu merusak cara-cara kita dalam berdemokrasi dan mencerdaskan kehidupan berbangsa bernegara,” tandasnya.

Baca Juga:  Akui Peran P/KB dalam Pembangunan Caroll Senduk Beri Apresiasi

Jokowi juga menunjuk contoh banyaknya gambar di media sosial yang memperlihatkan dirinya sedang berada di samping DN Aidit, saat Ketua PKI itu berpidato tahun 1955.

“Coba saya lihat-lihat ini kok ya wajah saya ditaruh di situ. Ini cara-cara yang tidak beretika dan tidak beradab,” kata Presiden seraya menambahkan dirinya belum lahir saat pidato tersebut.

Karena tidak masuk akal, menurut Presiden harus dijelaskan kepada masyarakat. Karena, lanjut Presiden, ada 9 juta lebih masyarakat Indonesia yang percaya akan isu tersebut.

“Ini yang berat. Kenapa saya jawab karena saya mendapatkan survei angka bahwa 9 juta masyarakat kita percaya terhadap fitnah-fitnah seperti ini. Jadi di mana-mana saya singgung hal-hal seperti ini,” terang Presiden.

Ia juga menyinggung isu yang menyebutkan dirinya sebagai  antek asing. Ia mengajak untuk melihat contoh di Blok Mahakam, yang sudah puluhan tahun dipegang oleh Jepang dan Perancis, sekarang ini sudah 100% diserahkan kepada Pertamina.

Imbuhnya, Blok Rokan, yang dikelola Chevron beberapa puluh tahun, sekarang juga sudah 100% dimenangkan oleh Pertamina. Freeport di Papua saat tinggal menunggu waktu karena sudah Head of Agreement dan Sales and Purchase agreement.

“Kita selesaikan, saya sudah perintahkan kepada Menteri harus diselesaikan di bulan ini, bulan Desember untuk mendapatkan mayoritas 51%,” lanjut Presiden seraya menambahkan, sudah lebih dari 40 tahun Indonesia hanya mendapatkan 9% tetapi diam saja dan tidak ada yang demo.

Baca Juga:  Ditangan Olly Dondokambey, Sulut Jadi Super Prioritas Presiden Jokowi

Kepala Negara juga mempertanyakan mengapa setelah pemerintah mengambil 51%, dirinya malah ditunjuk sebagai antek asing.

“Saya tanya antek asing yang mana, jangan di balik-balik. Tapi saya jawab sekarang kalau ada isu-isu, saya enggak diam, akan saya jawab ,” tegas Presiden Jokowi.(SetdkabRF/ES)

Pos terkait