BolselPilihan Redaksi

Bupati Kamaru Irup Peringatan Harla Pancasila ke-74

×

Bupati Kamaru Irup Peringatan Harla Pancasila ke-74

Sebarkan artikel ini

BOLSEL,Manadonews.co.id-.Bupati Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) Iskandar Kamaru,S.Pt menjadi Inspektur Upacara (Irup) di peringatan Hari Lahir (Harla) Pancasila ke-74.

Kegiatan yang dilaksanakan Lapangan Upacara Bolsel ini turut dihadiri Wabup Deddy Hamid, Sekda, Bagian Keasistenan, Pimpinan OPD, Camat, Sangadi, ASN dan THL Pemkab Bolsel.

MANTOS

Pada kesempatan tersebut, Bupati Bolsel membacakan sambutan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila RI Hariyono, bahwa Pancasila merupakan wadah pemersatu NKRI.

Menurutnya, kondisi geografis yang memposisikan wilayah Indonesia sebagai negara kepulauan, makin memperkokoh konsep dan keyakinan akan tanah air Indonesia.

“Kesatuan gugusan pulau yang berada di antara dua samudra, pasifik dan hindia, serta di antara dua benua, asia dan australia, meneguhkan bahwa kita sebagai bangsa memiliki ruang hidup tanah air sebagai satu kesatuan,” jelas Bupati Bolsel.

Ditambahkan, ada relasi dan perpaduan antara darat dan laut yang saling menguatkan, sebagaimana dalam konsep wawasan nusantara. Di wilayah nusantara tumbuh flora dan fauna yang beragam. Keberagaman secara natural merupakan karakateristik dari ke-Indonesiaan yang digali para pendiri bangsa, merupakan suatu anugerah yang tiada tara dari Tuhan buat bangsa Indonesia.

“Walaupun kita sebagai bangsa masih belum secara sempurna berhasil merealisasikan nilai Pancasila, kita akui bahwa eksistensi ke-indonesiaan baik sebagai bangsa maupun sebagai negara yang masih dapat bertahan hingga kini berkat Pancasila,” ungkapnya.

Pancasila sebagai suatu keyakinan dan pendirian yang asasi, harus terus diperjuangkan. Bupati mengatakan, berkat Pancasila sebagai bintang penuntun keberagaman yang ada, dapat dirajut menjadi identitas nasional dalam wadah dan slogan Bhinneka Tunggal Ika.

Sebagai bangsa besar kita tidak akan meninggalkan sejarah, apa yang oleh bung karno pernah disebut Jas Merah. Peringatan hari kelahiran Pancasila 1 Juni bukan sesuai yang terpisah dari momentum perumusan piagam Jakarta.

Dengan demikian, kita harapkan perdebatan tentang kelahiran Pancasila sudah tidak diperlukan lagi, yang diperlukan mulai saat ini adalah bagaimana kita semua mengamalkan Pancasila secara simultan dan terus menerus.

‌“Dengan merayakan hari kelahiran Pancasila kita bangun kebersamaan dan harapan, untuk menyongsong kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih baik,” pungkasnya.
(Bobby)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari MANADO NEWS di GOOGLE NEWS dan Saluran WHATSAPP Gacor Shop