Ketua DPRD Bolmong Hadiri Peringatan Hari Bhakti Adhyaksa ke-59

BOLMONG,Manadonews.co.id-.Ketua DPRD Bolmong Welty Komaling menghadiri peringatan Hari Bhakti Adhyaksa ke -59 di lapangan Sparta Tikala, Senin (22/7/2019) pagi.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Gubernur Olly Dondokambey, Kepala Kejaksaan Tinggi Sulut Andi Muh Iqbal Arief, Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw dan Sekdaprov Edwin Silangen, Bupati dan Walikota se-Sulut.

Usai kegiatan, dilanjutkan dengan syukuran di Gedung Graha Bumi Beringin Manado.

Pada kesempatan itu, Gubernur Olly mengucapkan selamat Hari Adhyaksa kepada seluruh jajaran Kejaksaan Tinggi Sulut.

Olly juga mengapresiasi peran Kejati Sulut dalam mengawal program pembangunan di Sulut termasuk Tim TPAD yang mengawal seluruh proyek-proyek percepatan pembangunan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat berjalan dengan baik dan sangat memuaskan bagi kepentingan masyarakat.

“Saya sangat mengharapkan hal ini berjalan terus sehingga harapan-harapan masyarakat yang ada di Sulut dalam rangka mempercepat pembangunan ini bisa berjalan dengan baik,” kata Olly.

Olly menuturkan bahwa dalam penyelenggaraan negara, semua pihak wajib berpedoman pada asas-asas penyelenggaraan negara.

“Asas dimaksud adalah kepastian hukum, tertib penyelenggara negara, kepentingan umum, keterbukaan, proporsionalitas, profesionalitas, akuntabilitas, efisiensi, efektivitas, dan keadilan. Hal ini penting untuk menjadi pedoman serta acuan dalam menjalankan penyelenggaraan negara yang good governance dan clean goverment,” ungkap Olly.

Baca Juga:  DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa HUT Bolmong dan Umumkan Calon Bupati Terpilih

Sementara itu, disela-sela kegiatan, Welty Komaling tak lupa juga mengucapkan selamat Hari Bhakti Adhyaksa ke-59 bagi seluruh jajaran Kejati Sulut.

Selain itu, Welty juga menambahkan bahwa saat ini peran Kejaksaan berjalan baik.

“Peran Kejaksaan berjalan baik dalam penegakkan supremasi hukum, perlindungan kepentingan umum, penegakan hak asasi manusia, serta pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme,” pungkasnya.
(Stvn)