SULUT,Manadonews.co.id-.PT LIB (Liga Indonesia Baru) menggelar sosialisasi terkait regulasi tata cara peliputan dan hak siar, Selasa (23/7/2019) di Manado.
Materi sosialisasi ini diberikan Manager Media dan Public Relation Hanif Marjuni didampingi Digital Asets PT LIB Rian Ihsan.
Kepada sejumlah media, Hanif Marjuni mengatakan Provinsi Sulut yang merupakan Home Base Bogor FC Sulut United merupakan kota ke 16 yang dikunjungi guna memantau regulasi media massa dalam perhelatan Liga 1 dan Liga 2.
“BFC Sulut United memiliki potensi untuk menjadi besar dari sisi media. Karena di baru ada 1 klub yang berlaga di liga 2. Berbeda dengan beberapa provinsi seperti provinsi Jabar Barat dan Jawa Timur yang memiliki 3-4 klub,” ujarnya.
Ditinjau dari kompetensi atau pengaruh dari media sangat besar khususnya sepak bola.
Namun tidak dipungkiri saat ini cenderung mulai ada peralihan pembaca dari media cetak ke online.
Berdasarkan survey demografi yang masih terpusat di Pulau Jawa, tahun 2018 sampai dengan Bulan Desember khusus untuk Liga 1 total berita yang beredar di media online kurang lebih 10.200 berita.
Ihsan optimis untuk pasar media di Sulut tidak akan jauh berbeda dari fakta ini dengan adanya Sulut United,” katanya.
Hanif Marjuni yang juga mantan jurnalis olahraga kompas media grup
mengatakan ada sejumlah regulasi yang sampai sejauh ini belum diketahui media-media di lapangan yang bisa merugikan klub.
“Terkait pengambilan gambar atau video dari tribun media selama pertandingan berlangsung,” tuturnya.
“Saat ini masih banyak terjadi, dan atas dasar itulah kami dari unit media PT LIB turun langsung ke daerah-daerah asal klub untuk mensosialisasika terkait regulasi tersebut,” ungkapnya.
Disisi lain, Rian Ihsan selaku Digital Asets PT LIB menjelaskan, untuk mengindari kerugian pada klub atas kekeliruan media.
Media hanya diizinkan mengambil gambar saat press conference atau OT. Karena bersangkutan dengan hak siar. Untuk mengantisipasi keinginan rekan-rekan media dalam mengupdate berita, dapat meminta langsung Local Media Officer (LMO) klub masing-masing.
“Saat ini PT LIB memang tidak memiliki hak untuk menyalahkan pihak media. Meski demikian kerugian akan dirasakan klub lewat denda yang diberikan PT LIB,” tuturnya.
Sosialisasi pemaparan regulasi terhadap media dalam melakukan peliputan dari PT LIB mendapat apresiasi postitif dari sejumlah wartawan yang meliput BFC Sulut United saat bermain di stadion Klabat Manado.
(Ben)












