Example floating
Example floating
Berita UtamaTomohon

Bahas Lansia, SAS Kenang Sosok Ibu

×

Bahas Lansia, SAS Kenang Sosok Ibu

Sebarkan artikel ini

TOMOHON, MANADONEWS – Wakil Wali Kota Syerly Adelyn Sompotan (SAS) termenung. Bicaranya sedikit terbata. Berusaha tetap tegar, dia tetap melanjutkan materi, saat saat memimpim Focus Group Discussion (FGD), tentang Kebijakan dan Program Lanjut Usia, di Kantor Wali Kota, Kamis (25/7).

FGD dihadiri Tim Kaji Tindak Institut Pertanian Bogor (IPB), yang bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

MANTOS MANTOS

Tujuan FGD, untuk meningkatkan derajat kesehatan lanjut usia untuk mencapai lanjut usia yang sehat, mandiri, aktif, produktif. Serta berdaya guna bagi keluarga dan masyarakat.

Berbicara tentang lansia, rupanya SAS teringat akan sang ibunda. Bagaimana dia dibesarkan, hingga saat ini menjadi orang penting di Kota Tomohon. “Saya ingat ibu saya, bagaimana saya dirawat dari kecil, sampai sekarang menjadi wakil wali kota Tomohon,” ungkapnya.

“Di mana dalam kesibukan, anak-anak saya dijaga ibu saya,” ujarnya.

Baca Juga:  Tinjau Lokasi Banjir Ranoyapo, FDW: Akan Segera Koordinasikan dengan Pusat dan Provinsi

Merasa kehilangan karena sang ibu sudah tiada? Itu pasti. Namun dirinya tak mau larut dalam kesedihan. “Awalnya saya masih tidak rela. Tapi sekarang ibu saya sudah tenang dan tidak sakit lagi,” ucapnya.

“Saya ingin jadi seperti ibunya, Ibu Syerly. Mampu mendidik anak, bisa menjadi wakil wali kota,” sambung Prof DR drh. Clara Meliyanti Kusharto, MSc, Ketua Tim Kaji Tindak IPB.

SAS dan lansia memang sulit dipisahkan. Dia adalah Ketua Komda Lansia Kota Tomohon. Bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon, dia sangat memperdulikan keberadaan lansia.

“Lansia di Kota Tomohon sangat aktif. Mereka sering ke rumah untuk membuat kegiatan. Mereka sangat bersemamgat ikut kegiatan, apalagi jalan sehat,” tutur SAS.

“Pernah pada suatu kesempatan, saya dan Pak Wali Kota akan membatalkan kegiatan karena cuaca tidak mendukung. Tapi karena semangat, lansia menuntut tetap dilaksanakan. Agar mereka tidak kecewa, jadi kita tetap laksanakan dengan pertimbangan beberapa spot dikurangi,” sebutnya.

Baca Juga:  Masyarakat: PR AA-RS, Infrastruktur Jalan - Macet Parah

Sudah menjadi hal yang lumrah, para lansia bergantung pada keberadaan orang lain. Mindset ini wajib diubah oleh seluruh lapisan masyarakat yang ada di Kota Bunga. “Lansia itu karunia dan berkat dari Tuhan. Sebagai pemerintah kita harus membimbing dan menciptakan suasana yang menunjang. Dalam rangka mensejahterakan lansia,” kata SAS.

Dia mengaku sangat memperdulikan nasib lansia. “Kegiatan seperti ini (FGD, red) merupakan upaya pemerintah meningkatkan derajat kesehatan lanjut usia untuk mencapai lanjut usia yang sehat, mandiri, aktif, produktif dan berdaya guna bagi keluarga dan masyarakat,” beber SAS.

“Melalui peningkatan akses dan kualitas layanan kesehatan bagi Lansia di fasilitas pelayanan kesehatan primer dan rujukan serta pemberdayaan potensi Lansia,” tandasnya. (Youngky)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *