Akhirnya,Presiden Jokowi Umumkan Ibukota Bakal Pindah Ke-Kaltim

JAKARTA,MANADONEWS.co.id-Presiden RI Joko Widodo akhirnya menetapkan Pemindahan Ibukota ke wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara di Provinsi Kalimantan Timur, Senin (26/8/2019) dalam konferensi Pers di Istana Negara Jakarta.

Dalam kesempatan itu Presiden Jokowi menegaskan alasan pemindahan Ibukota RI ke Kaltim antara lain karena saat ini Jakarta sejak 74 silam telah menjadi beban sebagai pusat pemerintahan, perekonomian,pusat perdagangan serta pusat ketahanan pangan.”Ibukota saat ini memiliki beban terlalu berat dalam berbagai hal dalam kaitan roda pemerintahan.”kata Jokowi.

Menurut Jokowi, biaya pemindahan ibu kota menelan biaya Rp 460 triliun. Salah satu alasan pemindahan ibu kota adalah beban yang ditanggung Pulau Jawa dan Jakarta.

Sebelumnya, saat menyampaikan pidato kenegaraan pada sidang bersama DPD dan DPR, 16 Agustus 2019 , Jokowi telah meminta izin kepada anggota DPD dan DPR, sesepuh, tokoh bangsa, dan terutama seluruh rakyat Indonesia untuk memindahkan ibu kota negara ke Pulau Kalimantan.

“Ibu kota bukan hanya simbol identitas bangsa, tetapi juga representasi kemajuan bangsa, serta untuk mewujudkan pemerataan dan keadilan ekonomi,” katanya.

Baca Juga:  Lepas Kontingen Jumbara PMR Sulut, Wagub: Jadilah Remaja Yang Hebat dan Berdaya Saing

Presiden Jokowi juga menambahkan alasan pemindahan lokasi Ibukota di Kaltim ada beberapa alasan, yakni bebas bencana alam banjir,Tsunami,gunung berapi, kebakaran hutan serta Kalimantan timur berdekatan dengan kota yang berdekatan dengan kota yang telah maju yakni kota Balikpapan dan Pontianak serta di Kaltim telah ada tanah yang dikuasai oleh pemerintah yakni seluas 180 ribu hektar.”Wilayah Provinsi Kaltim berada tepat di bagian Tengah Indonesia.”kata Jokowi sambil menambahkan bahwa
Ibu kota bukan hanya simbol identitas bangsa, tetapi juga representasi kemajuan bangsa, serta untuk mewujudkan pemerataan dan keadilan ekonomi.

Gubernur Kaltim Isran Noor dalam kesempatan itu mengatakan pihaknya siap menerima pemindahan ini dengan melakukan koordinasi dengan seluruh Kabupaten dan kota se-Provinsi Kaltim.”Selain bagi Provinsi Kaltim, dampak positif pemindahan juga akan dirasakan oleh seluruh Provinsi di bagian Tengah dan Timur Indonesia.”kata Isran.

Sementara itu Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan rencana pembangunan akan dilaksanakan di awali pada akhir tahun 2020 sementara pemindahan rencananya bakal di eksekusi pada tahun 2024 dan selanjutkan akan dilanjutkan secara bertahap.(nando)

Baca Juga:  Pengurus Sanggar Seni Budaya "Maesaan" Resmi di Kukuhkan

Pilgub 9 Desember 2020


Siapakah Gubernur Pilihan Anda?
460 votes

This will close in 10 seconds