RSUP Kandou Gelar Bakti Sosial dan Operasi Katarak Phacoemulsifikasi

SULUT,Manadonews.co.id-.Dalam rangka kemerdekaan RI ke 74, RSUP Kandou bekerjasama dengan PERDAMI SULUT dan Universitas Sam Ratulangi mengelar Bakti Sosial dan Operasi Katarak Phacoemulsifikasi, Sabtu (24/8/2019).

Kegiatan ini resmi dibuka Dr.dr David Kaunang, Sp.A(K) Ketua Komite Medik mewakili Direktur Utama. Sedangkan tema yang diambil, yakni “Melayani dengan Segenap Hati”.

Diketahui, sebanyak 5 orang pasien akan menjalani operasi katarak kali ini.

RSUP Kandou sebagai RS Tipe A yg sudah terakreditasi JCI dan SNARS Paripurna dalam hal ini menyediakan fasilitas dan professional pemberi asuhan untuk melayani kebutuhan masyarakat khususnya masyarakat dengan penyakit katarak terutama katarak pada Anak dan Katarak dengan dgn komplikasi.

Phacoemulifikasi merupakan teknologi bedah katarak termutahir saat ini. Teknik operasi ini memungkinkan penanganan pasien katarak tanpa menggunakan jahitan dengan tingkat kenyamanan yang relatif lebih tinggi dibandingkan teknik sebelumnya.

Penanganan katarak tidak hanya dilakukan dengan operasi saja tetapi penanganan secara komprehensif menyeluruh perlu dilakukan, mulai dari promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif pada masyarakat harus di lakukan secara berkesinambungan.

Baca Juga:  Gubernur Olly Apresiasi Peran KKPGA GMIM di Pembangunan Sulut

Hal ini memerlukan kerjasama yang baik dari masyarakat, professional pemberi asuhan dan seluruh stakeholders yang ada.

Hal ini sesuai Vision 2020 adalah inisiatif global utk mengeleminasi kebutaan yg dapat dihindari diprioritaskan pada Katarak, kelainan refraksi yg belum terkoreksi, glaukoma,Diabetik Retinopathy, Defiensy Vit A, Retinopathy of Prematurity prioritas ini dibuat berdasarkan oenyakit tersebut dapat dicegah serta intervensinya bersifat cost-effective.

Berdasarkan data dari RISKESDAS, prevalensi katarak tertinggi di indonesia 2018 ialah provinsi Sulawesi Utara (3,7%) diikuti oleh Jambi (2,8%) dan Bali (2,7 %) data RAAB yang telah dilakukan di 3 provinsi di Indonesia memperoleh nilai rata-rata prevalensi seluruh kebutaan di atas umur 50 tahun adalah 2,4%, dan bila dikatakan angka ini dapat mewakili Indonesia, didapat angka penduduk yang saat ini mengalami kebutaan katarak sebesar: 60% (estimasi penderita katarak yang buta) dari 2,4% x (15% x 250 juta yaitu estimasi jumlah penduduk >50 tahun) = 534.000 Cakupan pertahun.

Jumlah operasi katarak di Indonesia saat ini sebesar 200.000 pertahun saja, maka backlog operasi katarak masih lebih dari 300.000.
(Ben)

Baca Juga:  Hebat, RSUP Kandou Terapkan e-Filing System
Tags:

Pilgub 9 Desember 2020


Siapakah Gubernur Pilihan Anda?
62 votes

This will close in 10 seconds