DLH Minsel Lakukan Penilaian Kompetisi Sekolah Adiwiyata

MINSEL, MANADONEWS – Sebanyak dua puluh lima (25) sekolah mengikuti kompetisi Sekolah Adiwiyata tingkat Kabupaten Minahasa Selatan. Keikutsertaan ini meningkat dibandingkan dengan jumlah peserta tahun lalu yang diikuti oleh lima belas sekolah.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Misel saat ini sementara melakukan penilaian. Penilaian Adiwiyata bertujuan untuk mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan hidup melalui kegiatan pembinaan, penilaian dan pemberian penghargaan Adiwiyata kepada sekolah.

Roi Sumangkut, Kasus DLH mengatakan, tim DLH Minsel sementara melakukan verifikasi dan penilaian.

“Saat kami melakukan verifikasi dan penilaian, ada 12 sekolah lolos tingkat kabupaten,” ungkap Roi Sumangkut, Rabu, (28/8).

“Di antara 12 sekolah yang sudah dinyatakan lolos tingkat Kabupaten, 3 sekolah di antaranya telah lolos hingga tingkat provinsi. Tiga sekolah yang sudah lolos tingkat provinsi, mereka akan disiapkan ikut kompetisi tingkat nasional,” jelasnya.

Penilaian dilakukan secara menyeluruh oleh tim DLH Minsel dan DLH Provinsi, 1 sekolah telah dinyatakan lolos kompetisi Adiwiyata tingkat nasional.

“Tiga sekolah yang sudah lolos di tingkat provinsi adalah, SMP Negeri 1 Tenga, SD GMIM Bitung dan SD Negeri 1 Tumpaan,” tuturnya.

Baca Juga:  Vicky Lumentut Buat Mou Dengan PT Pos, Minta Pelayanan Dimaksimalkan

Sekolah yang telah mengikuti lomba ini paling tidak sudah mulai menyadari arti pentingnya berbudaya lingkungan hidup di sekolah.

“Sekolah Adiwiyata adalah sekolah yang telah menerapkan sistem dengan maksud untuk mewujudkan warga sekolah yang bertanggung jawab dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup melalui tata kelola sekolah yang baik untuk mendukung pembangunan berkelanjutan,” papar Sumangkut.

Target sasaran Adiwiyata adalah lingkup pendidikan formal setingkat SD, SMP. Sekolah menjadi target pelaksanaan karena sekolah turut andil dalam membentuk nilai-nilai kehidupan, termasuk nilai-nilai untuk peduli dan berbudaya lingkungan hidup.

“Sekolah-sekolah yang telah melaksanakan program Adiwiyata berhak untuk mendapatkan penilaian dan selanjutnya diberikan penghargaan yang diberikan secara berjenjang. Soal nomor prestasi, bukan tujuan utama, namun yang paling utama adalah membangkitkan kepedulian dan berbudaya lingkungan hidup dalam kehidupan di sekolah,” tutur Sumangkut lagi.

Kriteria penilaian penghargaan Adiwiyata, meliputi empat aspek yaitu, aspek kebijakan sekolah yang berwawasan lingkungan hidup, aspek kurikulum sekolah berbasis lingkungan hidup, aspek kegiatan lingkungan di sekolah berbasis partisipatif dan aspek pengelolaan sarana dan prasarana pendukung sekolah yang ramah lingkungan.

Baca Juga:  Sulut Sukses Gelar Kegiatan Pekan Revolusi Mental

“Sekolah yang telah menerapkan program Adiwiyata dapat merasakan manfaat baik bagi penerapan sistem belajar, proses belajar dan hasil pembelajaran khususnya bagi peserta didik,” pungkas Sumangkut.

(DArK)

Pilgub 9 Desember 2020


Siapakah Gubernur Pilihan Anda?
547 votes

This will close in 10 seconds