Danlantamal VIII Hadiri Tatap Muka Bersama Gubernur dan Komponen Masyarakat Sulut

MANADO,MANADONEWS.co.id- Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) VIII Laksamana Pertama TNI Gig Jonias Mozes Sipasulta, M.Mar., Stud.,
bertatap muka dengan petinggi Sulawesi Utara (Sulut) yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulut, Kamis (29/8/2019) di hotel Four Point Manado.

Kadispen Lantamal VIII Mayor laut(KH) Samuel Pontoh kepada media ini mengatakan selain unsur Forkopimda Sulut, kegiatan Coffee Morning ini juga menghadirkan komponen masyarakat yang terdiri dari tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan. 

Samuel menjelaskan dalam coffee morning ini mengusung tema “Bersatu Menuju Sulut Hebat” tersebut para petinggi Sulut dan tokoh-tokoh agama menyampaikan pesan-pesan penting dalam rangka menjaga situasi Sulut agar tetap berada dalam keadaan aman dan kondusif dengan tidak mudah percaya terhadap berita-berita provokatif yang belum tentu benar.

Dalam kesempatan itu, Ketua Sinode GMIM Pdt DR. Hein Arina M.Th., menyampaikan kegiatan ini merupakan suatu bentuk kekeluargaan yang sangat mendalam bagi kita semua. Dengan berbagai kejadian yang terjadi belakangan ini kita harus mengambil sikap yang bijak dan tepat, serta jangan mengabaikan nilai-nilai kekeluargaan dan pelayanan kepada jemaat serta masyarakat sehingga kedamaian dan ketentraman di wilayah Sulut tetap terjaga dan terlaksana.

Baca Juga:  Gelar Safari Ramadhan, JWS Buka Puasa di Mesjid At Taqwa Remboken

Sementara itu, Ketua MUI Sulut KH. Abd Wahab A. Gafur menyampaikan bahwa, segalanya bisa hancur apabila kita tidak hidup rukun dan damai serta mengenal satu sama lain. Negara Indonesia yang sangat luas dan paling banyak ras, suku dan budayanya seyogianya harus rukun dan damai jaga persatuan bangsa kita, saling hormat menghormati dan jaga lisan kita agar tidak menyakiti sesama. 

Demikian halnya Romo dari Gereja Katedral Manado menuturkan bahwa kita semua bersaudara tidak ada perbedaan. Jangan mudah diprovokasi karena suatu negara dan bangsa akan hancur apabila terprovokasi dengan hal-hal yang negatif. Apabila ada permasalahan di dalam keluarga, kelompok bahkan negara haruslah diselesaikan dengan baik dan benar sehingga persatuan dan kesatuan akan tetap terjaga dan harmonis, dan hiduplah sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing. 

Sementara itu Pangdam XIII/Merdeka Mayjend TNI Tiopan Aritonang menyampaikan, Sulut adalah tanah nyiur melambai yang melambangkan keberagaman suku dan budaya. Potensi konflik sewaktu-waktu dapat terjadi melalui isu sara, faham radikal, virus hoax, ujaran kebencian, arogan dan intoleransi. Untuk itu katanya, jika kita tidak dapat mengatasi akan semua ini maka kita akan hancur. Tantangan kedepan kita adalah globalisasi dunia tanpa batas, moralitas yang mulai hancur, perubahan sosial.

Baca Juga:  UMP Sulut Resmi Rp 3.051.076

“Saya mengajak kepada kita semua tetap kedepankan kerukunan umat beragaman karena itulah yang akan membuat Sulut tetap aman dan kondusif. TNI/POLRI akan tidak akan bertoleransi dengan semua bentuk kegiatan negatif yang dapat menghancurkan persatuan dan kesatuan bangsa.”tandas Tiopan.

Hal yang sama disampaikan Kapolda Sulut Irjen Pol R. Sigid Tri Hardjanto, M.Si., bahwa kerukunan antar umat beragama di Sulut sangat tinggi, hal ini merupakan suatu bentuk untuk menjaga kedamaian dan ketentraman bagi masyarakat, kita jaga persatuan dan kesatuan di Sulut.

“Sulut adalah salah satu provinsi yang paling aman oleh karena itu semua komponen masyarakat harus terlibat dan berperan untuk menajaga hal tersebut.”kata Kapolda Sulut.

Pesan untuk menjaga Sulut aman dan kondusif dalam coffee morning tersebut juga disampaikan Gubernur Provinsi Sulut Olly Dondokambey, S.E. Menurutnya Sulut merupakan daerah yang paling strategis dari segala bidang dan tempat yang paling banyak dikunjungi oleh para pengunjung baik dari mancanegara maupun lokal, untuk itu kita sebagai masyarakat Sulut harus tetap menjaganya.

Baca Juga:  Jago! Pejabat Senior ini Sebut Pemerintahan HRM Luar Biasa

“Pemerintah Sulut mempunyai visi mewujudkan Sulut yang berdikari dalam ekonomi, berdaulat dalam politik dan berkepribadian dalam budaya oleh sebab itu kita jangan mudah terlena dengan segala macam hal-hal yang akan membuat kita hancur dan ini merupakan tugas kita besama,” tegas Gubernur Olly Dondokambey.

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Danrem 131/Stg, Kabinda Sulut, Kazona Maritim Tengah, Danlanudsri Mdo, Kajati Sulut, tokoh agama dan tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan. (Penlantamal VIII/nando)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *