Dua Sasaran Opster TNI di Wilayah Kodim 1312/Talaud

TALAUD,Manadonews.co.id-.Satuan Tugas Operasi Teritorial (Satgas Opster) TNI Tahun 2019 di wilayah Kodim 1312/Talaud, menitik beratkan pada sasaran dua sasaran, yakni fisik dan non fisik untuk menyukseskan Opster tahun ini.

Sesuai target dan program – program yang telah disusun. Sesuai program kerja Opster TNI, target pelaksanaannya selama dua bulan, atau kurang lebih 60 hari.

Capain target waktu tersebut sampai dengan hari ini, Opster di wilayah perbatasan  diketahui telah berjalan selama kurang lebih satu bulan. Sasaran fisik semakin degenjot dalam percepatan pekerjaan terutama sasaran perehapan untuk Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Hingga saat ini  telah mencapai 7 unit RTLH yang sudah dikerjakan dan mencapai 100% dari 11 rumah yang belum direhab, yang ada diwilayah Koramil 1312-08/Melonguane, Kecamatan Melonguane dan Melonguane Timur.

“Saat ini sudah menjadi rumah layak huni, selain RTLH satgas opster juga mengerjakan tempat ibadah berupa gedung gereja di Kelurahan Melonguane Timur, yakni gedung gereja Analan dan gedung gereja gempu desa Bowombaru,” ujar Dansubsatgas Opster TNI, Letkol (Arm) Gregorius Eka Setiawan, melalui Danramil 1312-08/Melonguane, Lettu (Inf) Rudolf Jacob Maariwuth, Kamis (5/9/2019).

Baca Juga:  Penumpang Mudik KM Sinabung Tidur di Jalan

Selain itu,tidak hanya fokus kepada sasaran fisik saja. Opster TNI juga difokuskan pada kegiatan-kegiatan non fisik berupa sosialisasi kepada warga masyarakat. Sebagai masyarakat awam tentang didunia teknologi, kita harus waspada terhadap berita-berita hoax yang ada dimedia sosial.
kita bersama-sama menangkal hal-hal tersebut agar tidak berdampak negatif dikalangan masyarakat.

“Dengan cara ini, kita mencari tahu tentang pemberitaan yang benar”ujar Danramil.

pada pelaksanaan penyuluhan tentang bela negara di sekolah – sekolah, seperti di SMA Negeri 2 Melonguane di Kiama, para pelajar diharapkan untuk dapat melaksanakan bela negara dalam usaha pertahanan dan keamanan negara.

“Selain melaksanakan sosialisasi tentang menangkal berita-berita hoax, juga sosialisasi dan penyuluhan tentang bela negara, radikalisme, karekter bangsa yang berdaulat dalam bingkai NKRI, bahaya narkoba, konsensus dasar negara Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhineka Tungal Ika, Pertanian dan Kelautan,” pungkas Danramil.

Dari informasi yang diperoleh sasaran fisik dan non fisik Opster TNI sudah sesuai target waktu yang telah diprogramkan oleh pimpinan Komando atas, dan akan selesai 100% sesuai waktu yang telah ditentukan.
(Ben)

Baca Juga:  Perayaan Cap Go Meh 2018 Di Kotamobagu Meriah

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *