Akses Masuk Lokon dan Mahawu Dibatasi

TOMOHON, MANADONEWS – Kemarau panjang dan kekeringan melanda Sulawesi Utara (Sulut) akhir-akhir ini. Sebagian wiayah termasuk Kota Tomohon, merasakan suhu dingin saat dini hari menjelang pagi. Kemudian berganti menjadi panas menyengat sejak siang hingga sore hari.

Bicara kemarau, tentu terlintas dengan kekeringan, kurang air, kebakaran rumah, atau potensi kebakaran hutan dan lahan (kerhutla). Sejarah mencatat, di tahun 2015 pernah terjadi kebakaran besar di sejumlah lahan Gunung Lokon.

Tak ingin terulang kembali, Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon langsung bertindak. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tomohon mengeluarkan larangan bagi mendaki Gunung Lokon dan Gunung Mahawu.

Hal tersebut guna meminimalisir kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kepala BPBD Kota Tomohon Robby Kalangi menuturkan, pihaknya mengimbau belum ada yang mendaki Gunung Lokon dan Mahawu.

“Larangan itu dalam rangka pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Kami juga sudah memasang baliho pelarangan pendakian,” terangnya.

Selain memasang tanda larangan, lanjut Kalangi, pihaknya menurunkan personel memantau dan memonitor perkembangan di titik-titik rawan kebakaran. Kalangi menambahkan dilakukan sosialisasi tentang bahayanya karhutla dan kesiagaan warga menghadapinya. “Selain itu juga kami mengimbau warga tidak sembarangan membakar lahan atau hutan. Karena kalau sampai kedapatan, dikenai sanksi hukuman penjara 15 tahun dan denda 5 miliar. Seperti dalam ketentuan Undang-undang no 41 tahun 1999 tentang kehutanan,” tandasnya.

Baca Juga:  Trisakti Bung Karno, Jadi Alasan Olly Dondokambey Melantik Pejabat Baru Pemprov Sulut

(Youngky)

Pilgub 9 Desember 2020


Siapakah Gubernur Pilihan Anda?
3203 votes

This will close in 10 seconds