
Tombulu – Terdapat teori bahwa laki-laki dan perempuan berbeda. Laki-laki dipengaruhi dan lebih percaya logika, sementara perempuan lebih menggunakan perasaan sehingga mudah dibodohi.
Demikian awal khotbah Pdt. Welly Pudihang, STh, ketika memimpin ibadah Minggu (3/11/2019) pagi, GMIM Alfa Omega Rumengkor.
Pembacaan alkitab, Kejadian 3: 1-24, ‘Manusia jatuh ke dalam dosa’.
“Teori disesuaikan dengan pembacaan alkitab dipastikan perempuan percaya pada tipuan ular,” jelas Pendeta Welly Pudihang.
Pendeta Welly Pudihang mengungkapkan pengaruh sains dewasa ini yang meragukan kebenaran alkitab.
“Mereka menganggap cerita manusia jatuh dalam dosa adalah cerita dongeng, tokoh-tokoh yang ditampilkan seperti ular, adam dan hawa dianggap fiksi,” tutur Pendeta Pudihang.
Pendeta Welly Pudihang menyontohkan pembacaan Matius 10: 16, cerita tentang Yesus yang berpesan kepada murid-muridNya agar cerdik seperti ular.
“Yesus menggunakan teori kecerdikan ular agar manusia memiliki kemampuan mempertahankan hidup di tengah kejahatan dunia,” tandas Pendeta Pudihang.
Menurut Pendeta Pudihang, Allah mengingatkan agar manusia tidak memakan buah terlarang. Namun manusia melawan titah Allah.
Ular menerima konsekuensi kutukan dengan perutnya ular berjalan dan mencari makan.
Manusia menerima hukuman. Kaum Adam harus bekerja seumur hidup, mengusahakan seluruh taman.
Kaum Hawa menerima hukuman berahi pada suami dan menderita saat melahirkan. Bersusah payah saat mengandung dengan kesakitan melahirkan anak.
“Dosa telah menodai sesuatu yang diberikan Allah kepada manusia. Akibat dosa adalah kematian. Tanah kembali kepada tanah, debu kembali kepada debu,” terang Pendeta Pudihang.
Lanjut Pendeta Pudihang, kejatuhan akibat dosa menegaskan bahwa semua manusia pasti mengalami kematian.
Segala sesuatu ada konsekuensi. Ada ubi ada talas, ada budi ada balas. Siapa menabur dia akan menuai. Kuburkan kebencian.
“Yesus satu-satunya yang mematahkan dosa manusia. Tugas kita memberdayakan orang lain bukan memperdaya orang,” pungkas Pendeta Pudihang.
Turut beribadah pagi Pdt. Veronika Sendow, STeol, Pdt. Hana Ireine Tamunu, STh, Guru Agama Fenny Mamuaja, SPAK, Sekretaris BPMJ Pnt. Drs. Dolvie Palit, Bendahara Sym. Dra. Meiske Pangemanan, Pelsus Kolom 1 sampai 14 dan ratusan jemaat.
(Michael)
Langsung ke konten












