
Manado – Ada fenomena unik pasca gempa bumi 7,1 magnitudo yang berpusat di laut Maluku Utara yang terjadi Jumat (15/11/2019) dini hari.
Akibat gempa yang terjadi beberapa kali hingga pagi hari, air bersih yang bersumber dari bak penampungan di banyak desa di Kabupaten Minahasa menjadi kabur.
“Iya, air di kampung kami jadi kabur. Guncangan kuat mengakibatkan longsor kecil di sumber sumber mata air,” ujar Jopie Warbung, perangkat desa di Desa Rumengkor, Kabupaten Minahasa.
Akibat air yang menjadi kabur, masyarakat mengalami kesulitan memasak termasuk masak air minum.
“Sementara kami beli air isi ulang digunakan untuk memasak,” tukas Beatrix Pontoh, warga Rumengkor.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat ada 81 kali gempa susulan yang terjadi di wilayah antara Maluku Utara dan Sulawesi Utara. Data itu dicatat hingga pukul 09.00 WIB.
“Sampai hari ini pukul 09.00 WIB, telah tercatat 81 kali gempa susulan dan di antaranya ada 7 kali yang berdampak dirasakan,” ujar Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmay Triyono di Kantor BMKG, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (15/11/2019).
(YerryPalohoon)












