BPOM Sulut dan Pemkot Kotamobagu Gelar Monitoring Evaluasi Program GKP Tahun 2019

MANADONEWS, KOTAMOBAGU – Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Manado dan Pemerintah Kota Kotamobagu bekerjasama menggelar kegiatan monitoring evalusi program Gerakan Keamanan Pangan (GKP) Tahun 2019 untuk menjamin keamanan pangan, yan dilaksanakan pada hari Rabu (20/11) di balai Bonteang Desa Bilalang I..

Kegiatan BPOM tersebut diikuti seluruh kader GKP di tiga Desa, yakni Desa Bilalang I, Desa Poyowa Besar II serta Desa Kobo Kecil.


Menurut Kepala Dinas Pemberdayan Masyarakat Desa (DPMD) Kotamobagu Teddy Makalalag ada beberapa langkah yang sudah dilakukan Pemkot dalam mengimplementasikan program GKP. Salah satunya, meningkatkan kemandirian masyarakat dibidang keamanan pangan.

“Secara intens dinas kesehatan lewat koordinasi lintas sektor melakukan evaluasi pada lokasi lokasi penyediaan pangan di seluruh wilayah kotamobagu,” kata Teddy.
Selain itu lanjutnya, Pemkot dengan BPOM Manado juga sudah melakukan sidak di titik-titik penjualan makanan dan bahan makanan di pasar-pasar yang ada di Kotamobagu.

“Nah ini juga bagian dari keseriusan Pemkot, dalam rangka pendataan makanan dan bahan makanan yang tidak bisa di dikonsumsi oleh masyarakat, sehingga ada konsekwensi berupa sanksi jika ditemukan, karena hal ini berkaitan dengan kesehatan masyarakat,”

Baca Juga:  Mocil Juara Pertama di Ajang Festival Pesona Monuntul Tahun 2019

Sementara itu, Kepala BPOM Manado, Dra. Sandra M.P Linthin Apt, M.Kes, menambahkan, bahwa kegiatan yang dilaksanakn pihaknya merupakan tahapan terakhir dalam melakukan gerakan keamanan pangan diwilayah Kotamobagu.

“Tahun ini kami menetapkan 3 desa yang ada di Kotamobagu untuk kami intervensi, dengan maksud untuk meningkatkan penerapan keamanan pangan di desa tersebut. Karena tidak bisa dipungkiri masih kita temukan banyak kasus keracunan akibat makanan, itu yang terlapor karena yang tidak terlapor juga masih banyak. sehingga kemudian kita membina kader keamanan pangan yang ada di desa. Nah kader inilah yang akan mensosialisasi kepada komunitasnya, baik ibu-ibu PKK, karang taruna, pelaku usaha makanan serta ibu rumah tangga yang ada di desa tersebut.” Imbuhnya.

(MLS)