Bantuan Difabel Diduga Menyimpang, Ini Klarifikasi Pejabat Dinsos Manado

Kaum difabel tunanetra mencari nafkah berjualan di jalanan Kota Manado

Manado – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Manado rutin memberikan bantuan sosial kepada kaum difabel, orang miskin dan orang kurang mampu.

Namun bantuan bagi kaum difabel beberapa tahun terakhir diduga terjadi penyimpangan, paling tidak sesuai pengakuan Latief Toisi, tunanetra warga Kelurahan Paal 4, Lingkungan 2, Kota Manado.

Latif Toisi mengisahkan bantuan yang diterima dari Dinas Sosial Kota Manado pada Desember 2017 lalu dalam bentuk bahan untuk usaha warung sesuai program usaha ekonomi produktif.

“Salah-satu bahan yang kami terima adalah beras. Namun beras tidak layak karena tidak bisa dikomsumsi. Beras banyak batu, rusak, sepertinya sudah kadaluarsa,” jelas Latif Toisi kepada wartawan Manadonews.co.id di lorong akses Boulevard-Samrat, samping Toko Gunung Langit, Senin (4/11/2019) lalu.

Bagian dalam kantor Dinas Sosial Kota Manado

Alhasil, beras yang rencananya akan dijual di warung sesuai program dinas sosial, lanjut Latif Toisi, hanya dijadikan makanan ternak.

“Maaf, jujur saya katakan beras hanya dijual kepada orang yang memelihara hewan dijadikan makanan anjing. Belum lagi, harga keseluruhan bahan kalau tidak salah senilai tiga juta rupiah sepertinya tidak sesuai,” tukas Latif Toisi.

Kepala Dinas (Kadis) Sosial Kota Manado, Sammy Kaawoan, melalui Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi Sosial (Resos), Dra. Paulina Tamara, dikonfirmasi wartawan Manadonews di ruang kerja Kantor Dinsos Manado, Senin (25/11/2019) siang, membenarkan pemberian bantuan usaha ekonomi produktif bagi kaum difabel.

“Bantuan dalam bentuk bahan senilai tiga juta rupiah per orang. Nilai yang diterima penerima tidak sampai tiga juta karena dipotong pajak dan menggunakan pihak ketiga. Soal beras tidak layak nanti saya koordinasikan dengan pimpinan,” kata Paulina Tamara.

Lanjut Paulina Tamara, program bantuan usaha ekonomi produktif di 2020 ini, juga akan diberikan kepada 50 difabel dengan nilai sama.

“Diserahkan akhir tahun ini, syarat bagi mereka yang belum pernah menerima, yang pernah tidak bisa lagi. Kami harapkan bagi para penerima dapat memanfaatkan dengan baik untuk usaha warung kecil,” jelas Paulina Tamara.

(YerryPalohoon)

Baca Juga:  Kasus Oknum Debt Collector Asal Lolayan Resmi P21