Masyarakat Manado Keluhkan Kelangkaan BBM

MANADO,Manadonews.co.id-.Terkait adanya  laporan masyarakat tentang penimbunan dan pembelian solar bersubsidi dengan menggunakan tangki kendaraan bermotor jenis truck di sejumlah titik SPBU di Kota Manado yang diduga menjual pasokan solar secara ilegal.

Berdasarkan laporan masyarakat tersebut, pihak Kepolisian Resort Kota Manado ( Polresta Manado) akan melakukan  penyelidikan atas informasi dugaan tersebut.

Pembelian dan penimbunan BBM khususnya solar selalu dikeluhkan masyarakat.

Menurut Kasat Reskrim Polresta Manado AKP Thommy Aruan, akan melakukan pengecekan dibeberapa SPBU yang diinformasikan.

“Kami mendapat laporan dari masyarakat, dimana ada pembelian Solar Bersubsidi dengan tampungan besar dan kami akan melakukan  penyelidikan atas informasi  tersebut,” tuturnya.

Informasi yang didapat rekan media  disejumlah SPBU di Kota Manado,dan beberapa kali kedapatan, ada beberapa kendaraan. Mulai dari mobil pickup hingga truck, berjejeran mengantri  untuk mengambil Solar Bersubsidi.

Dugaan sementara hasil pembelian tersebut dijual kembali, padahal banyak masyarakat yang menggunakan kendaraan mesin disel, tidak kebagian solar.

“Pantasan BBM. Ternyata ada yang membeli menggunakan truck yang sudah dimodifikasi, ada juga yang menggunakan puluhan galon,” kata pemilik yang tak mau disebut namanya.

Baca Juga:  Robby Dondokambey Ajak Lansia isi Hidup dengan Kegiatan Produktif

Beberapa truck yang sudah dimodifikasi dengan memasang tangki besar pada bak truk, ada juga mobil pick up dengan memuat puluhan galon, mengantri di beberapa SPBU untuk membeli Solar Bersubsidi. pembelian Solar Bersubsidi tersebut, berlangsung pukul 22.00 Wita, hingga tengah malam.

Ketua Lembaga Perlindungan Konsumen Republik Indonesia (LPK-RI) Provinsi Sulawesi Utara, Stevanus Stevi Sumampouw sangat menyayangkan hal tersebut, karena melanggar undang-undang dan tentunya itu adalah pidana murni, karena barang subsidi milik pemerintah diambil dan dijual lagi  dengan harga yang tinggi.

”Itu menurut undang-undang perlindungan konsumen dilarang, namun pada kenyataannya praktek seperti ini masih banyak. Semoga aparat yang berwenang dan hal ini pihak kepolisian berani mengambil tindakan tegas,” pungkasnya.
(Ben)