Polda Sulut dan Komisi III DPR-RI Bahas Pengamanan Natal

MANADO,Manadonews.co.id-.Komisi III DPR RI pada Rabu (4/12/2018) melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) di Mapolda Sulawesi Utara, dalam Masa Persidangan I Tahun Sidang 2019-2020.

Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Ketua Komisi III DPR RI, Herman Herry serta beberapa Anggota. Seperti diketahui Komisi III merupakan salah satu dari sebelas Komisi DPR RI dengan lingkup tugas di bidang hukum, hak asasi manusia, dan keamanan.

Saat tiba di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado, Ketua bersama Anggota Komisi III DPR RI disambut hangat oleh Kapolda Sulut, Irjen Pol R. Sigid Tri Hardjanto didampingi Wakapolda, Brigjen Pol Alex Mandalika dan para Pejabat Utama Polda Sulut.
 
Rombongan langsung bertolak ke Mapolda Sulut untuk mengadakan pertemuan bersama Polda Sulut serta Kanwil Kemenkumham Provinsi Sulut dan jajaran, di ruang Tribrata.

Dalam pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Kakanwil Kemenkumham Provinsi Sulut, Efendy Paranginangin. Dalam pertemuan tersebut, pembahasan terfokus pada kesiapan Polda Sulut dan Kemenkumham Provinsi Sulut beserta jajarannya dalam rangka pengamanan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 mendatang.

Baca Juga:  Walikota Manado Beri Selamat Atas Kenaikan Status Polda Sulut Menjadi Tipe A

Kapolda Sulut  memaparkan kesiapan Polda Sulut dan jajaran menghadapi pengamanan tersebut. Di antaranya terkait jumlah personel yang akan ditugaskan, lokasi-lokasi pengamanan dan anggaran.

“Pada intinya kami siap mengamankan Natal dan Tahun baru,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Komisi III DPR RI Herman Herry usai pertemuan, mengatakan, persiapan Polda Sulut dan jajaran sudah cukup baik dan harus tetap bergandengan tangan dengan seluruh pihak terkait untuk cipta kondisi dalam rangka mengamankan Natal dan Tahun Baru.

Komisi III juga memberi masukan agar Polda Sulut beserta jajaran melakukan pengamanan secara tertutup, terutama di tempat-tempat ibadah. Pengamanan tertutup menurutnya bukan berarti longgar, tentunya pihak kepolisian pasti sudah memiliki SOP tersendiri dalam pengamanan tertutup.

“Sementara untuk pengamanan terbuka harus dilakukan, show of force, ini menunjukkan kepada rakyat bahwa negara hadir, polisi hadir dalam pengamanan secara terbuka, termasuk dengan semua peralatan yang diperlukan. Khusus di rumah-rumah ibadah, kami minta dilakukan pengamanan tertutup,” pungkas Ketua Komisi III DPR RI.

Baca Juga:  HUT Polairud ke-69 Dimeriahkan Sailing Pass

(Ben)

Tags: