Bau Busuk Ancam Kesehatan Warga, Program Pemkab Bolmong Dinilai Gagal

BOLMONG,Manadonews.co.id-.Sampah di kecamatan Lolak Kabupaten Bolaang Mongondow menjadi ancaman serius bagi warga, ditengah giatnya pemerintah mensosialisasikan Kabupaten Sehat.

Sayangnya, sebagian masyarakat Bolmong malah terancam kesehatannya. Pasalnya, bak bak sampah yang berisikan berbagai macam jenis sampah mulai mengganggu indra penciuman warga yang tinggal tidak jauh dari tempat penampungan sampah tersebut.

Letak dan posisi dari bak sampah ini seakan tak dipikirkan secara matang oleh pemerintah. Sehingga fasilitas yang diduga bersumber dari APBD 2019 ini bukan memberi solusi terbaik, malah menjadi sumber masalah. Berbagai keluhan itu pun berdatangan dari sejumlah warga maupun aktivis.

Salah satu warga Lolak tak bisa menahan keluhannya, Dewi Hasu menceritakan selama hampir tiga bulan ia menghirup udara yang tercemar.

Indra penciumannya pun selalu terganggu dengan bau busuk yang bersumber dari bak sampah yang berada tepat di depan rumahnya.

Berhari-hari, bahkan berbulan bulan ia merasakan udara yang tak bersih, sehingga sampai suatu waktu ia bersama warga yang lain melakukan penyegelan terhadap bak sampah tersebut.

Baca Juga:  Yasti: Masukan DPRD Bolmong Jadi Perhatian Pihak Eksekutif

“Bak sampah tersebut, sudah pernah kami segel. Tapi karena warga lain mengetahui bahwa itu merupakan fasilitas yang disiapkan pemerintah makanya masih ada saja yang buang sampah di tempat tersebut,” ungkap Dewi, kamis, (19/12/2019).

Keluhan yang sama pula dirasakan warga Lolak lainya, Rosmini Dilapanga adalah salah satu diantara warga Lolak yang lain yang juga merasakan hal serupa apa yang dialami Dewi Hasu.

Menurut Rosmini, banyaknya sampah yang terus menumpuk mengakibatkan sampah mulai berserakan kemana-mana.

Rosmini pun menyampaikan harapan serta keluh kesahnya. Selaku rakyat biasa ia tak bisa berbuat apa apa, tetapi ia sangat berharap adanya perhatian dari pemerintah.

“Kami berharap ada solusi dari pemerintah. Kami juga ingin sehat, kami tidak ingin kondisi yang menyebabkan polusi udara ini berdampak buruk bagi kesehatan kami dikemudian hari,” aku Tante Mini panggilan kesehariannya.

Tak hanya warga, salah satu aktivis Lolak Reski Bahrun SH pun turut mengomentari hal tersebut.

Reski mengatakan, pengadaan bak sampah tidak masalah asalkan harus terintegrasi dengan armada pengakut sampah yang kemudian disertai dengan tempat pembuangan akhir (TPA) itu baru solutif namanya.

Baca Juga:  DPRD Bolmong Kunker ke Kabupaten Buol

Menurut Reski, pembangunan penampungan sampah yang disebar di beberapa titik-titik tertentu merupakan suatu program perencanaan yang gagal dari Pemerintah Kabupaten Bolmong.

“Sangat disayangkan jika jika ratusan juta anggaran pemerintah yang bersumber dari rakyat ini kemudian dikembalikan kepada rakyat dalam bentuk program yang mubazir,” kata Reski.

“Jika seperti ini cara pemkab Bolmong dalam penanggulangan sampah di ibukota, jangankan mendapat Adipura, untuk sekedar bermimpipun kita tidak berhak,” sambungnya.

Terkait masalah tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemkab Bolmong Adul Latif mengatakan, pihaknya saat ini sedang berupaya melakukan penambahan armada angkutan sampah.

“Saat ini memang armadanya belum cukup makanya sering terjadi penumpukan sampah. Setiap hari Rabu dan Sabtu biasanya truk pengangkut sampah memang kita tugaskan untuk mengangkut sampah, cuma memang dalam satu bulan terakhir ini masih sedikit ada kendala teknis,” jelasnya.

Latif juga menuturkan, saat ini pihaknya telah menyiapkan lokasi untuk TPA.

“Kamipun mengupayakan tahun depan semua fasilitas sudah siap beroperasi,” tutupnya.
(Steven Rapar)

Baca Juga:  4 Anak di Bolmong Nyaris Diculik