Ternyata Ini Alasan Allah Memilih Gembala-gembala Pertama Kali Beritakan Kelahiran Yesus



Tombulu, BeritaManado.com – Dua macam gembala di dunia yakni penggembala ternak dan pengasuh atau pembina manusia.

Demikian khotbah Pdt. Welly Pudihang, STh, saat memimpin ibadah Natal, 25 Desember 2019 di jemaat GMIM Alfa-Omega Rumengkor.

Pembacaan alkitab, Lukas 2: 8-20, dengan judul Gembala-gembala.

“Di masa Daud dan Maria, penggembala ternak dipandang sebagai pekerja paling rendah, termaginalkan dan terpinggirkan. Bahkan dalam aspek hukum para gembala tidak bisa memberi kesaksian di pengadilan,” tutur Pendeta Welly Pudihang.



Tugas sulit para penggembala, dijelaskan Pendeta Welly Pudihang, mencari rumput di daerah berbatu, melindungi gembalaan dari cuaca buruk dan ancaman terkaman binatang buas. Gembala-gembala tidur di padang belantara, mencari dan membawa kembali domba yang sesat.

“Alkitab mencatat bahwa melalui gembala-gembala berita tentang kelahiran Yesus pertama kali diberitakan,” tukas Pendeta Pudihang.

Tanya Pendeta Welly Pudihang, mengapa berita Injil pertama kali disampaikan kepada gembala-gembala? Kenapa bukan kepada orang-orang terpandang dan bangsawan?

“Karena Allah mau menggunakan mereka untuk menjadi alat kesaksian bagi dunia,” tandas Pendeta Pudihang.

Selain memproklamirkan, lanjut Pendeta Welly Pudihang, Tuhan juga memberi tanda kepada para gembala dengan mengatakan mereka akan menemukan seorang bayi dibungkus dengan lampin.

“Tanda itu membuktikan bahwa anak yang akan ditemui adalah anak Allah. Sehinggga damai sejahtera diperoleh manusia yang berkenan kepadaNya,” terang Pendeta Pudihang.

Menurut Pendeta Welly Pudihang, panggilan seorang gembala adalah panggilan yang mulia.

“Namun banyak gembala masa kini menyia-nyiakan panggilan Allah. Menyelewengkan pelayanan menjadi hamba perut,” tegas Pendeta Welly Pudihang.

Kata Pendeta Welly Pudihang, GMIM memperlengkapi calon hamba Tuhan secara luar biasa dengan pemahaman thelogia yang baik.

“GMIM mempersiapkan pendeta atau gembala yang memiliki kemampuan kepemimpinan, memiliki kerendahan hati dan siap melayani di mana saja,” jelas Pendeta Pudihang.

Pendeta Welly Pudihang juga mengungkapkan perayakan Natal di tengah medan politik yang penuh ketamakan dan ketidakadilan kepada kaum minoritas.

“Orang Kristen bukan penumpang gelap di Indonesia. Orang Kristen juga ikut memperjuangkan kemerdekaan. Namun melalui kekuatan firman meruntuhkan ketamakan dan ketidakadilan,” pungkas Pendeta Pudihang.

Ibadah Natal dihadiri Pdt. Veronika Sendow, STeol, Pdt. Hana Tamunu, STh, orientator Eunike Sumenge, STh, wakil ketua BPMJ, Pnt. Jopie Warbung, sekretaris Pnt. Drs. Dolvie Palit, bendahara Sym. Dra. Meiske Pangemanan, Pelsus dan jemaat Kolom 1 hingga 14, serta jemaat yang berdomisili di luar Desa Rumengkor.

(YerryPalohoon)

Baca Juga:  Mantap! Dua Komunitas Milenial Bergabung Dalam Gerbong Pemenangan JG-KWL




Pilgub 9 Desember 2020


Siapakah Gubernur Pilihan Anda?
3238 votes

This will close in 10 seconds